Tampilkan postingan dengan label Kelas Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Belajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2016

Bersukacita Pada Alam Sukhavati 05


Menjauhi Alam Saha Bersukacita Pada Alam Sukhavati
(Bagian 5)

Master Chin Kung :
Setelah kita membaca laporan belajar dari Venerable Zi-liao, dia sedang memberi peringatan bagi kita semuanya, topiknya juga sangat bagus, “Menjauhi Alam Saha, Bersukacita Pada Alam Sukhavati”.

Di dalam sharingnya ini, dia terus berupaya menasehati kita agar memiliki niat hati yang menjauhi enam alam tumimbal lahir, setiap orang hendaknya senantiasa mengingat hal ini di dalam hati, hal yang paling menakutkan tak lain adalah jatuh ke tiga alam rendah.

Buddha menyebutkan di dalam sutra, sekali jatuh ke tiga alam rendah adalah lima ribu kalpa lamanya! Betapa panjangnya waktu ini, meskipun hanya kalpa kecil sekalipun juga tidak sanggup menahannya. Melakukan karma buruk itu sungguh gampang, tapi menjalani siksaan dan keluar dari tiga alam rendah adalah begitu sulitnya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 213
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 20 April 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0213

厭離娑婆、欣求極樂
(五)

老法師:我們看了自了法師這篇報告,他在提醒我們,這個報告的題目很好,「厭離娑婆,欣求極樂」。報告裡面一再強調出離心,出離是出離六道輪迴,是出離三惡道。這樁事情應該每個人時時刻刻都要放在心上,世間最可怕的事情,沒有比這個更可怕了,三惡道決定不能去。佛在經上講的話是真話,他不會欺騙我們,三途一墮五千劫!這時間多長,就算是小劫,五千劫也受不了。造業很容易,受苦出離苦報非常困難。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師 (第二一三集)  2016/4/20  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0213



Sumber : Mitra Sejati

Bersukacita Pada Alam Sukhavati 04

Menjauhi Alam Saha Bersukacita Pada Alam Sukhavati
(Bagian 4)

4. Waktu Luang
Ketika mempunyai waktu luang, mesti digunakan untuk melatih diri. Boleh melakukan perenungan begini : Kasihan sekali diriku ini! Sungguh merupakan orang yang tidak punya pahala. Andaikata jalinan jodohku di dunia ini bagus, maka bisa melatih diri di tempat yang sunyi sehingga setiap hari bisa begitu giat dan tekun. Tetapi sekarang oleh karena diseret kekuatan karma, sehingga setiap hari cuma ada secuil waktu luang saja, maka saya harus memanfaatkan waktu luang yang begitu sulit diperoleh ini untuk melafal Amituofo.

Jika sebaliknya malah menyia-nyiakan waktu luang ini, menggunakannya untuk melakukan hal yang tidak bermakna, maka ini sungguh tidak pantas! Kalau pemikiran ini saja tidak saya miliki, apakah saya masih bisa dikategorikan sebagai praktisi? Bahkan secuil ketekunan ini saja tidak punya, bagaimana bisa terlahir ke Alam Sukhavati?

Dengan demikian memberi peringatan keras pada diri sendiri, setelah itu harus tahu menghargai waktu, lalu mengatakan pada diri sendiri : Saya hanya memiliki sedikit waktu luang untuk melatih diri, meskipun hanya sedikit, namun emas dan permata juga tidak bisa membelinya. Maka itu saya tidak boleh lengah sehingga timbul kemalasan, mesti menfokuskan pikiran untuk menimbun bekal terlahir ke Tanah Suci Sukhavati!

Bila anda memiliki keteguhan hati serupa ini, begitu menghargai waktu, maka ketika orang lain mengajak anda nonton tv, ngobrol, shopping, berselancar di dunia maya mencari hiburan, atau memelihara burung, anjing, senam, nonton opera, main mahjong dan sebagainya, tak peduli tempo hari anda begitu menyukai hobi ini, tapi sekarang bahkan namanya saja anda juga takkan sudi mendengarnya, timbul niat untuk menjauhinya. Anda akan berpikir, mustahil saya mau mengganti emas dengan sampah!

Kemudian para praktisi juga akan berkhayal : Kapan ya saya baru bisa menyepikan di hutan yang sunyi? Kenyataannya hal ini sulit terwujud, oleh karena kesempatan begini sulit ditemukan, lagi pula anda juga belum tentu punya pahala bisa menyepikan diri untuk jangka panjang.

Maka itu setiap hari harus memanfaatkan waktu luang yang ada. Setiap hari menyisakan satu jam atau lebih, menfokuskan pikiran melafal Amituofo, lalu pertahankan dan lakukan berkesinambungan, beginilah anda menyepikan diri setiap harinya.

Anda harus menetapkan sebuah waktu yang tetap untuk melafal Amituofo, setiap tiba waktu tersebut, maka anda akan menolak semua jalinan jodoh luar. Tutup pintu rapat-rapat, takkan berbicara dengan siapapun juga, telepon rumah digantung dan telepon genggam dimatikan, sebelumnya juga berpesan pada orang rumah agar mereka tidak mengganggu kebaktian anda.

Seiring berjalannya waktu, perlahan keluarga anda juga akan terbiasa dengan sikap anda ini, selama satu atau dua jam takkan mengganggu anda. Kemudian, selama periode waktu ini, usahakan diri sendiri dapat terfokus, pikiran takkan bercabang, perhatian sepenuhnya terpusat pada lafalan Amituofo.

Setiap lafalan Amituofo mengalir keluar dari keyakinan hati dan tekad bulat. Setiap lafalannya mengandung pesan kepada Maha Maitri Maha Karuna Buddha Amitabha, semoga Buddha Amitabha menjemput diriku terlahir ke Alam Sukhavati……lafalan demi lafalan yang serupa ini, menimbun bekal terlahir ke tanah suci.

Pokoknya, tak peduli kita berada dalam keadaan yang bagaimanapun juga, mesti mengingat bahwa kampung halaman kita ada di Alam Sukhavati. Sekarang oleh karena dililit kekotoran batin dan karma, sehingga masih tinggal di dunia saha ini, asalkan saya rajin melafal Amituofo, saat menjelang ajal Buddha Amitabha pasti datang menjemputku.

Maka itu setiap menit dan detik, saya takkan lupa berdoa pada Buddha Amitabha, jangan sampai diri sendiri jatuh lagi ke dalam lingkaran tumimbal lahir, kita harus membulatkan tekad; dalam kehidupan ini juga mesti terlahir ke tanah suci!

Mulai hari ini juga saya akan memanfaatkan setiap menit dan detik, mengerahkan segenap kekuatan hati untuk menimbun bekal terlahir ke Alam Sukhavati!

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 213
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 20 April 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0213


厭離娑婆、欣求極樂
(四)

(四)閒時警策
有空閒的時候就要盡量修行。可以這樣想:我真可憐!實在是個沒有福報的人。如果我宿世的善緣好,就可以在清淨的山林裡晝夜勤修了。但是現在被宿業所牽,每天只有這麼一點空閒的時間,那麼我一定要利用好這難得的空閒時光,把它用在修法上面。如果我把這僅有的時間都浪費了,用在做一些無意義的事情上,那實在是太不應該了!如果我連這點道心都沒有,還算什麼修行人?連這點精進都沒有,怎麼可能往生呢?像這樣警策自己之後就要提起珍惜之心,要告訴自己:我只有這幾個小時有空閒,能真正用來修法,所以這段時間比萬兩黃金還要珍貴。我絕對不能浪費時間放逸、散亂,一定要一門心思的修集淨業資糧!

如果你有這樣的決心,對時間這麼珍愛,那麼別人再怎麼勸你去看電視、聊天、逛超市、上網娛樂,或者養鳥、遛狗、練操、聽戲、打麻將等等,無論過去你有多麼的喜歡,現在你會連名字都不願意聽到,會從心底深處生起厭離。你會覺得我怎麼能用萬兩黃金去換這些垃圾呢?

另外,有些人會幻想:我什麼時候能到山林裡閉關呢?其實這種想法未必現實,因為這樣的因緣十分難遇,而且你也未必會有長期閉關的福報。所以每天要把握好現有的時間。專門抽出一個小時或更多時間,不做別的事,一心一意的念佛,然後堅持下去,這就是你每天的閉關。

具體的做法是:你每天到了這個時候,就要堅決杜絕一切世間因緣。把門關起來,不跟任何人講話,把電話線拔掉、手機關掉,而且要事先跟家人打好招呼,讓他們不要來打擾你。時間長了,家人也會習慣,這一、二個小時也不會來打擾你了。然後,在這個時間當中,盡量讓自己的心不要散亂,一心專注的念佛。每一聲都從深信、切願裡發出,每一聲都發自內心的對阿彌陀佛祈禱,祈求大慈大悲的阿彌陀佛一定要接引我往生到極樂世界……像這樣一聲接著一聲,有質有量的修集淨業資糧。

總之,無論自己處在什麼情況下,一定不要忘記此生的歸宿是極樂世界。現在只是暫時被煩惱和業扣留在這個世間上,只要我今生好好念佛,臨終時阿彌陀佛一定會來接引我。所以我每一天、每個小時,甚至每一分鐘都不能忘記祈禱阿彌陀佛,一定不能讓自己再輪迴下去了,必須下定決心:今生就往生極樂世界!然後從現在開始,珍惜每時每刻,用自己最大的心力積集往生淨土的清淨資糧!

以上選摘自智圓法師《往生之路四》。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師 (第二一三集)  2016/4/20  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0213




Sumber : Mitra Sejati 

Bersukacita Pada Alam Sukhavati 03

Menjauhi Alam Saha Bersukacita Pada Alam Sukhavati
(Bagian 3)

3. Saat Sibuk
Dalam menghadapi kesibukan, pertama-tama harus merenungkan : Sekarang saya demi mencari nafkah, siang malam begitu sibuk. Setiap hari harus sibuk mengejar waktu, hidup dalam kekacauan di atas debu jalanan yang tak bermakna.

Ketika berhadapan dengan situasi begini harus berbicara dengan gaya ini, ketika berhadapan lagi dengan situasi begitu harus pula berbicara dengan gaya itu, lain situasi lain pula bicaranya, masih harus melakukan berbagai hal………..maka itu setelah sibuk seharian capek batin, bahkan untuk diam sejenak saja tidak punya waktu, sungguh menyedihkan!

Sesungguhnya ini adalah semacam siksaan, tidak kuasa mengikuti kekuatan karma, tiap hari terpaksa harus melakukan banyak tugas duniawi. Ini dikarenakan berkah kebajikan yang ditimbun pada masa kelahiran lampau tipis, karma buruk yang diperbuat begitu berat, sehingga pada masa kelahiran sekarang tidak bisa hidup bebas dan masih harus dililit ikatan duniawi, harus bekerja mencari nafkah, melakukan banyak pekerjaan yang tidak bermakna, barulah bisa mendapat sedikit penghasilan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, meskipun tersiksa dan tak berdaya, juga harus menjalaninya.

Kesimpulannya adalah tidak punya jalan lain lagi, barulah setiap hari terpaksa melakukan hal yang tidak bermakna ini. Maka itu dikatakan bahwa tinggal di dunia saha ini adalah ibarat dikurung dalam penjara, setiap hari demi mencari sesuap nasi, terpaksa melakukan hal-hal yang membuang banyak waktu dan tenaga, ibarat menjalani siksaan dalam penjara. Setelah berpikir dengan jelas, maka terhadap dunia ini cuma ada satu kesimpulan saja, yakni saya bertekad terlahir ke Alam Sukhavati.

Harus diketahui bahwa di Alam Sukhavati, dengan pemberkatan kekuatan tekad Buddha Amitabha yang maha besar, kita bisa bebas dari segala ikatan. Di sana takkan ada kemunduran batin, setiap saat mengalami kemajuan batin. Maka itu dikatakan, begitu terlahir ke Alam Sukhavati langsung mencapai tingkatan ketidakmunduran, sehingga dalam waktu singkat dapat menyempurnakan KeBuddhaan.

Buddha Amitabha maha Maitri maha Karuna, menwujudkan fasilitas dan kemudahan yang tak terhitung, sehingga ketika seorang praktisi terlahir ke tanah suci, jiwa raganya segera mengalami perubahan, takkan tercemar lagi.

Sebaliknya tubuh manusia di dunia saha adalah tidak bersih, maka itu selezat apapun makanan yang masuk ke dalam tubuh juga akan berubah jadi kotoran.

Sedangkan di Alam Sukhavati, tak peduli praktisi itu pada waktu sebelumnya pernah melakukan karma buruk yang berat, namun begitu terlahir ke Alam Sukhavati, jiwa raganya jadi suci dan bersih, pasti memperoleh Dharmakaya yang suci dan seimbang.  

Setelah berpikir sedemikian rupa, maka mulai saat ini pikiran takkan serupa dengan dulu lagi,  kebimbangan dan kacau lagi, dalam hati sudah begitu jelas, melangkah maju dengan penuh kepastian, dalam satu kehidupan ini meraih cita-cita besar, yakni terlahir ke Alam Sukhavati.

Maka itu dalam keseharian, betapapun sibuknya, pekerjaan apapun yang harus diselesaikan, begitu ada sedikit waktu luang segeralah melafal Amituofo. Dengan demikian saat menjelang ajal, Buddha Amitabha akan datang menjemputmu, anda akan bebas dari penjara alam saha ini.

Lantas bagaimana pula dalam kesibukan keseharian dapat membangkitkan niat pikiran sedemikian rupa, menggenggam erat setiap detiknya untuk melafal Amituofo? Kuncinya adalah merenungkan bahwa hidup ini tidak kekal.

Manusia di dunia ini sungguh menyedihkan, perlahan menua dalam kesibukannya, namun tidak seorang pun yang memikirkan kematian, bila mereka menyadarinya, maka sejak awal sudah melepaskan urusan duniawi.

Maka itu dikatakan, orang yang tidak mau memikirkan kematian, menerima kenyataan bahwa suatu hari pasti akan menjalani tahapan ini, maka orang begini pasti jatuh ke dalam moha (kebodohan), lalu melakukan banyak hal yang menyita waktu dan perhatian, sehingga muncul kesengsaraan yang tak berujung, berputar dalam lingkaran tumimbal lahir.

Maka itu setiap saat harus mengingatkan diri sendiri akan kematian, dengan demikian hati kita akan begitu sadar dan jelas, mengetahui bahwa diri sendiri harus berhenti menciptakan karma, juga akan memotivasi diri untuk tekun menimbun bekal terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Dengan merenungkan kematian maka hendaknya menghentikan kegiatan-kegiatan duniawi yang menyita banyak waktu dan perhatian. Andaikata anda terus menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan duniawi yang menyita banyak tenaga dan pikiran, berguling-guling dalam kerisauan dan kesibukan, maka hanya bisa menambah klesa (kekotoran batin), kalau begini terus, sepanjang hidup takkan ada kesempatan buat melatih diri, sampai ajal tiba, bagaimana mungkin bisa keluar dari lingkaran tumimbal lahir?

Maka itu, haruslah melepaskan segala kemelekatan, yakni berusaha keluar dari kegiatan-kegiatan yang menyita banyak waktu dan perhatian, hanya dengan demikian, barulah bisa mengakhiri tumimbal lahir.

Ada orang yang berpikir demikian, sekarang saya begitu sibuk, masih banyak urusan penting yang belum saya tangani, tunggu sampai urusan ini sudah tuntas dan saya tidak sibuk lagi, barulah pergi melatih diri. Tapi yang namanya urusan di dunia ini mana ada habisnya, bila anda sendiri yang tidak sudi melepaskannya, maka sepanjang hidup mana mungkin ada waktu luang?

Kenyataannya urusan di alam saha ini juga tidak seberapa penting adanya, hanya saja diri sendiri yang begitu melekat, asalkan anda bisa mengikhlaskannya, maka bukan masalah lagi, kalau tidak demikian, maka masalah anda takkan ada usainya.

Setelah anda mengamati dengan jelas masalah di dunia ini, barulah anda dapat menenangkan diri, kemudian melepaskan satu persatu hingga tuntas, jangan malah setengah hati, melepaskan tapi masih setiap hari merindukannya di hati. Bahkan saat sekarang juga harus bisa berpikir jernih dan jelas, jangan tunda sampai menjelang ajal, karena sudah tidak sempat lagi.

Setelah melepaskan segala kemelekatan duniawi, maka mengerahkan segenap hati untuk menimbun bekal (yakin, bertekad, mengamalkan) terlahir ke Tanah Suci Sukhavati. Pertama-tama harus melihat dengan jelas jalan yang akan ditempuh, setelah jelas maka teguhkan tekad, ini amat penting sekali.

Ketahuilah bahwa bila ingin mengandalkan kekuatan sendiri untuk mencapai Jalan Pembebasan adalah sulit sekali, harus melewati banyak sekali siklus kelahiran dan kematian barulah bisa memutuskan klesa (kekotoran batin), keluar dari lingkaran tumimbal lahir.

Lain halnya bila anda mengandalkan kekuatan Buddha, asalkan punya keyakinan pada Buddha Amitabha dan Alam Sukhavati, lalu membulatkan tekad dan melafal Amituofo, maka saat menjelang ajal Buddha Amitabha akan datang menjemputmu terlahir ke Alam Sukhavati.

Saat itu meskipun karma buruk dan klesa (kekotoran batin) anda masih belum lenyap, namun dengan pemberkatan kekuatan tekad Buddha Amitabha, segala tabiat anda takkan muncul lagi, sejak itu telah mengakhiri samsara.

Maka itu, dengan mengandalkan pemberkatan kekuatan tekad Buddha Amitabha, terlahir ke Alam Sukhavati untuk menyempurnakan KeBuddhaan, ini barulah disebut kenyataan.

Setiap insan perlu menetapkan tujuannya, lalu membulatkan tekad untuk menwujudkannya. Setelah menetapkan tujuan terlahir ke Alam Sukhavati, maka harus menfokuskan pikiran melafal Amituofo. Oleh karena saat menjelang ajal, sepenuhnya mengandalkan kekuatan pelafalan Amituofo, sehingga terjalin dengan Buddha Amitabha, begitu terjalin segera memperoleh pemberkatan dari Buddha Amitabha, langsung terlahir ke Alam Sukhavati.

Lantas dalam kehidupan keseharian bagaimana sikap yang harus ada, kala menghadapi berbagai problema hidup? Ketika urusan datang, kita menanganinya, setelah selesai, jangan lagi dipikirkan. Saat berada dalam kesibukan, maka harus merenungkan : Saya sungguh kasihan, dari pagi sampai malam tidak ada waktu buat diri sendiri. Oleh karena diseret oleh kekuatan karma barulah tidak bisa memperoleh kebebasan. Dan sekarang ada kesempatan yang begitu bagus agar saya tidak perlu dililit ikatan ini lagi, oleh karena saya telah mendengar Ajaran Sukhavati, asalkan bisa membangkitkan keyakinan dan membulatkan tekad, rajin melafal Amituofo, setelah kehidupanku di alam saha ini berakhir, maka terlahir ke Alam Sukhavati.

Andaikata saya memiliki kesempatan buat melatih diri, juga memiliki kesanggupan untuk menimbun bekal terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, tapi malah menghabiskan banyak waktu untuk menciptakan karma tumimbal lahir, menyia-nyiakan kesempatan yang begitu unggul, maka selanjutnya saya hanya bisa mengikuti arus tumimbal lahir yang tiada ujungnya, kemudian dililit oleh ikatan-ikatan lagi, kenapa saya harus begitu bodoh?

Andaikata sudah bertemu dengan metode yang begitu mudah dan praktis ini, yang dalam waktu singkat sudah bisa mengakhiri tumimbal lahir, tapi malah tidak menggenggamnya dengan erat, malah melewatkannya begitu saja, maka masa kelahiran mendatang hanya bisa terombang ambing di lautan samsara, kalau begitu, kelahiranku kali ini hanya jadi sia-sia belaka!

Jalinan jodoh yang begitu bagus bisa bertemu dengan Ajaran Sukhavati, malah tidak tahu menghargainya, hidup dalam kebimbangan hingga berakhir begitu saja, maka ini sungguh sesat adanya! Apakah diriku masih tergolong bijak? Memangnya saya orang yang tidak tahu menentukan pilihan?

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 213
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 20 April 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0213


厭離娑婆、欣求極樂
(三)

(三)忙時警策
在忙碌的時候,首先要這樣想:我現在為了生活,從早忙到晚。心識像被五馬分屍一樣,甚至已經分成了十幾、二十塊,不斷的在各種無意義的塵境中散亂。遇到這樣的境要說這樣的話,遇到那樣的境又必須那樣想,還要時刻不停的做各種各樣的事…所以一天下來,心累得不得了、散得不得了,連稍微平靜、稍稍安住一會兒的時間都沒有。是多麼可憐!其實,這就是一種受苦的相,自己的心不由自主的隨著惑業的牽引,每天不得不做很多世間的事。這都是因為往昔的福德淺薄、惡業深重,所以今生只能不自在的受這些俗事的牽纏,必須得去打工、做很多無意義的事,才能賺點錢養活自己和家人,再辛苦、再無奈也必須去做。總而言之,就是因為實在沒辦法,才不得不每天做那些無意義的事。所以說,住在這個娑婆世界裡就像被關在監獄裡一樣,每天為了生活做的那些瑣事,就像在監獄裡服勞役、受折磨。這樣想清楚之後,對於這個世界的態度只有一個,就是想要早點離開這裡。

然後要知道,在西方極樂世界沒有任何雜染的因緣,阿彌陀佛的願海具有極大的加持,能讓我擺脫一切的束縛。一生入那裡,連一剎那的我和我所之心都不會生起,惑、業、苦就更不可能現行了。從此之後,只會念念增長菩提善根,念念升進。所以說,一往生就登入不退轉地,能夠迅速圓成佛道,說的就是這個道理。換句話說,阿彌陀佛極其慈悲,他設置了無數的方便,使得任何人一往生到這個淨土裡面,整個身心相續完全被轉化,再不會有一剎那的染污因緣。在《往生論註》裡也講到,極樂國土是完全清淨的體性。就好比說人的身體是不淨的體性,所以無論多麼美味的食物進入人體都會變得不清淨。同樣,極樂世界已經成就了清淨的體性,眾生到那裡之後,無論之前造過多嚴重的惡業,都能徹底得到淨化,身心無不清淨,畢竟證得清淨平等無為法身。所以說,我們只要往生到極樂世界,就會立即轉染為淨、轉凡成聖。

這樣想了之後,自己的心就不要像從前那樣糊裡糊塗、渾渾噩噩,心裡一定要很清楚、很確定,自己這一生的目標唯一是往生極樂世界。所以平時無論有多忙,在做什麼,心一有空閒就趕緊念阿彌陀佛。這樣到你臨終的時候,阿彌陀佛就會來接你,你就能很順利的從這個牢獄中出去了。

那麼,怎樣讓自己在很忙的時候也能提起這種心念,抓緊一切時間精進念佛呢?關鍵還是要憶念死亡無常。古時的世間賢人也說:「舉世盡從忙裡老,誰人肯向死前休?」這就講到,世間人很可憐,都是在忙忙碌碌中老去,沒有幾個人會想到死,知道要提早放下這些世間的事。所以說,提不起死亡無常的念頭,就決定會落在愚痴當中,從這裡就會發展出各種各樣的瑣事,產生出無量無邊的苦,無窮無盡的輪迴。因此一定要提醒自己時刻憶念死亡,這樣自己的心就會很清醒,知道必須要停止製造惑業因緣,也會有力量修集往生淨土的清淨資糧。

具體該怎麼憶念死亡,來止息世俗瑣事呢?《西齋淨土詩》中說:「在世更無清淨日,臨終那有出離時?」意思就是,如果你一直忙於世間瑣事,不斷的在煩惱和業裡面打滾,就只會時時增長染污,這樣下去,一輩子也沒有修清淨善法的機會,到臨終的時候又怎麼可能出離輪迴呢?所以說,現在就要看破,就要放下,就要從那些世間瑣事當中盡量出離,只有這樣,輪迴才會有終結的一天。雲峰禪師也說:「即今休去便休去,若覓了時無了時。」有的人會想,我現在太忙了,還有很多重要的事沒做,等這些事都處理完了,不忙的時候再修行吧。但是世間的事沒完沒了,你如果不主動放下,這輩子都很難有不忙的時候。其實,娑婆世界的事都沒什麼大不了的,只是自己的心太執著,只要你心裡把這些都看破了,也就沒什麼事了,否則世間的事永遠不會結束。所以,你要一次性把輪迴裡的事看透,都定性好,然後你的心要把這些全部放下,不要藕斷絲連、拖泥帶水的。而且現在就要想清楚,要不到臨終時就來不及了。

對於娑婆世界看破、放下以後,就要全心全意的準備往生極樂世界的清淨資糧。首先要在心裡看清楚這條路,完全確定下來,這一點十分關鍵。要知道,如果依靠自力修道,需要歷經很多生世才能斷除煩惱、出離輪迴。但是,如果憑藉佛力,你只要對阿彌陀佛、對極樂世界具足信願,在這個基礎上一心持名,只要你的心能夠跟阿彌陀佛的大願相應,臨終時就能往生到極樂世界。那時,雖然你的業和煩惱還沒斷,但是依靠阿彌陀佛大願的攝持,一切的有漏法就再不會現行了,從此徹底解脫生死輪迴。所以,對於我們大家來說,依靠阿彌陀佛的願力往生極樂世界,走這一條往生之路來實現解脫和成佛,是最現實的一件事。對此,每個人都必須在心裡完全確定下來。

確定目標之後,就要盡可能的一心念佛。截流大師在為大眾結期三年共修念佛做的開示中講過這樣一個比喻:「古時,有人落入上面被覆蓋的千尺枯井當中,在井口上卻只有一個很小的孔眼。他得到野狐傳他的祕訣,就是眼睛專注在那個孔眼上,一心想著從那裡飛出去。這樣久久的注視,一心不散亂,結果孔沒變大,身體沒變小,任運的從孔眼中飛出。這就表示我們現在沉溺在輪迴的深淵裡面,解脫出去的唯一希望就是專注一心的念阿彌陀佛,最終必定能夠出離。」因此,我們應當時時刻刻讓自己的心專注極樂世界,一心念阿彌陀佛。因為到臨終的時候,全憑這股念力跟阿彌陀佛相應,一相應就能在阿彌陀佛的攝持下,直接往生極樂世界了。

那麼,平時在面對這些世間雜事的時候該怎麼作意呢?那就是首先要認清輪迴無實義的真相,有事情來了就隨緣應付一下,處理完了就不再去想它。在忙碌的時候,就要這樣想:我真可憐,從早到晚身不由己。就是因為被惑業的力量牽纏才這麼不自在。而現在有一個絕好的機會可以永遠擺脫這些繫縛,因為我已經聽聞到了極樂淨土法門,只要具足信願,肯用功念佛,今生一結束,必定能往生極樂世界。如果我明明有機會,也有能力修集往生極樂世界的清淨資糧,卻用大量的時間造輪轉生死的業,白白錯過了這麼好的機會,那麼往後我還要繼續在無量生世當中不斷的在輪迴裡受奴役,我怎麼能這麼愚痴呢?如果連這樣一個易行道,迅速解脫生死輪迴的出路都沒把握好,來世還在輪迴裡漂泊,那我這輩子就真是白活了!這麼難得的因緣不好好珍惜,稀裡糊塗的又混了一生,那實在是太顛倒了!我還是不是個有智慧、有取捨能力的人啊?

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師 (第二一三集)  2016/4/20  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0213



Sumber : Mitra Sejati 

Bersukacita Pada Alam Sukhavati 02

Menjauhi Alam Saha Bersukacita Pada Alam Sukhavati
(Bagian 2)             

2. Dalam kondisi yang menyenangkan
Ketika bertemu dengan kondisi yang serba lancar, juga harus mengingatkan diri sendiri, jangan sampai terpedaya oleh khayalan semu ini sehingga melupakan rumah tempat berpulang.

Oleh karena dalam keadaan yang menyenangkan, hati manusia mudah goyah dan melupakan pikiran benar, tidak mudah membangkitkan niat menjauhi alam saha.

Pada saat begini, harus lebih mengingatkan diri sendiri, jangan terlena, jangan sampai melupakan kampung halaman Alam Sukhavati. Meskipun kondisi serba lancar-lancar ini, begitu didambakan oleh manusia di dunia ini, juga tidak lebih dari sebuah sandiwara jenaka, pada akhirnya tidak ada satupun yang bisa dibawa pergi.  

Umpamanya saat sekarang ini memiliki harta berlimpah, punya rumah bagaikan istana, nama harum dan tersohor, kedudukan dan sebagainya, pada saat begini harus mengingatkan diri sendiri, jangan sampai terlena oleh kesenangan yang cuma khayalan belaka ini, ini merupakan pahala duniawi yang ada celahnya, juga tidak kekal adanya, tidak ada maknanya sama sekali.

Manusia menggunakan sepanjang hidupnya untuk mengejar ketenaran dan keuntungan, sebenarnya bagaimana fakta sebenarnya dari kedua hal ini. Terlebih dulu kita bahas tentang “keuntungan”, ketika seseorang sedang menikmati harta berlimpah, menganggap bahwa dia telah mewujudkan nilai kehidupan manusia, merupakan orang yang paling sukses.

Tapi harus diketahui bahwa semua ini hanya bisa sementara waktu saja untuk memenuhi kenikmatan dan kesombonganmu, pada akhirnya juga nihil. Lihatlah di dunia ini  banyak bermunculan orang kaya, bukankah sekarang satu persatu pergi buat selama-lamanya?

Serupa halnya pula dengan diri anda, meskipun menikmati harta berlimpah namun juga tidak mungkin bisa bertahan sampai seribu tahun, seiring berlalunya waktu, anda akan kian menua dan selangkah demi selangkah menuju kematian.

Lalu kita bahas lagi tentang “ketenaran”, ada sebagian orang yang kurang berminat pada harta kekayaan, tetapi yang dia kejar berapa banyak penggemarnya, namanya terkenal. Tapi, semua ini adakah maknanya? Cuma ketika anda mati, fans anda akan mengukir nama anda di batu nisan, lantas anda sendiri bisa dapat apa?

Jadi buat apa sekarang bersusah payah menjadikan diri sendiri menjadi idola orang banyak, seumur hidup dinilai orang lain, buat apa harus begini?

Kesimpulannya, demi mengejar keuntungan dan ketenaran sehingga sepanjang hidup sibuk tak menentu, sungguh tidak pantas!

Ada pula orang yang tidak menaruh minat pada keuntungan dan ketenaran, tapi pada hubungan persaudaraan, pertemanan  dan sebagainya begitu melekat, tidak sanggup mengikhlaskan. Ini mungkin karena jodoh masa lampau, atau orang yang benar-benar cocok dengannya, maka berharap bisa menjalin hubungan selamanya dengannya, selamanya takkan terpisah; atau berada dalam keluarga yang hangat dan harmonis, sehingga berharap bisa selamanya berbagi suka dan duka dengan keluarga ini.

Kalau sudah begini, maka sudah larut dalam kasih yang hangat dan kebahagiaan semu, sulit melepaskan kemelekatan ini. Sesungguhnya panorama indah ini hanyalah merupakan rintangan untuk terlahir ke Alam Sukhavati!

Maka itu saya tidak boleh melekat pada orang-orang terkasih ini, tapi pikirkanlah sahabat-sahabat Dharma yang ada di Alam Sukahvati. Saya harus senantiasa teringat pada sahabat-sahabat Dharma di Alam Sukhavati, terpikir bahwa mereka juga sedang memikirkan diriku. Banyak teman-teman praktisi yang sudah terlahir ke Alam Sukhavati, mereka sedang memandangku dari sana, berharap agar saya segera terlahir di Alam Sukhavati menikmati kebahagiaan terunggul.

Ibarat membangun pagoda, cuma sisa atapnya saja, maka pembangunannya sudah rampung, jadi cuma tinggal satu sentuhan terakhir saja. Demikian pula dengan bekal yang telah kupersiapkan untuk terlahir ke tanah suci, hanya dengan menggenggam erat setiap detiknya, lebih tekun melafal Amituofo, maka dengan segera dapat menyempurnakan urusan terlahir ke tanah suci.

Selain itu, bisa berhasil dalam menjalani karir, memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keinginan hati, lalu menikah dengan orang yang dicintai, lalu bisa menikmati beragam fasilitas dan sebagainya, coba pikirkan dengan seksama, adakah maknanya?  Cuma buat sementara waktu bisa menipu keangkuhanmu saja, bisa sementara waktu untuk mengelabui hati khayalmu, pada akhirnya juga kosong melompong.
Terhadap upaya untuk mencapai pembebasan, tidak ada kaitannya juga takkan membawa manfaat apapun. Hanya saja tempo dulu kita agak bodoh-bodoh sedikit, selama ini membawa sebuah hati khayal yang semu, mengira bahwa di dalam semua ini dapat menemukan sebuah kegembiraan, barulah terhadap kejayaan dan kisah cinta ini, kekayaan dan sebagainya, menaruh begitu banyak harapan. Anda menaruh banyak harapan pada hal-hal semu ini, pada akhirnya hanyalah merupakan mimpi di siang bolong.

Bila mengamati dengan seksama pada alam saha ini, sesungguhnya tidak ada kebahagiaan yang bisa diperoleh di sini, bagaimanapun upaya manusia untuk bersandiwara, membungkusnya dengan rapat-rapat, membual setinggi langit, juga tidak bisa mengubah kenyataan bahwa hidup ini dukanya lebih banyak.

Apabila anda sudah tercerahkan, telah melihat dengan jelas pada fakta ketenaran dan keuntungan, hubungan kasih antara pria dan wanita, kenikmatan duniawi dan lain sebagainya, anda telah mengetahui dengan jelas bahwa semua ini adalah kesengsaraan, maka, segala hal duniawi ditawarkan pada anda, anda juga takkan goyah lagi.

Serupa dengan Buddha Sakyamuni, saat masih menjadi putra mahkota, ayahandanya memberinya hadiah apa saja, juga tidak bisa membuatnya jadi bahagia, satu-satunya hanya memilih jalan menuju pembebasan.

Kapan waktunya tekad anda terhadap hal ini sudah sedemikian kokohnya, maka ini menunjukkan anda sudah sama sekali tidak mendambakan dunia ini lagi.

Ibarat seorang anak kecil yang ingin makan roti gandum, tapi bundanya malah memberinya lobak, tak peduli lobak tersebut diolah jadi kue lobak, lobak kering, dan lain sebagainya, dia juga tidak mau. Oleh karena meskipun lobak tersebut diolah jadi bentuk apapun, tetap saja lobak dan takkan berubah jadi roti gandum. Maka itu si anak bersikukuh menolaknya.

Cerita ini mengingatkan pada kita bahwa saat berada dalam kondisi yang menyenangkan, mesti membuat perenungan : ini adalah roda samsara, ini adalah tumimbal lahir, semua ini adalah penderitaan, maka itu saya tidak menghendaki semua ini. Hati yang menjauhi alam saha ini haruslah dikembangkan.

Sebaliknya, segala sesuatu yang ada di Alam Sukhavati demikian sempurnanya, baik permukaan alamnya, air, bunga, pohon, burung jelmaan, cahaya, suara dan sebagainya, tidak ada satupun yang tidak sempurna. Contohnya burung-burung jelmaan yang merupakan ciptaan Buddha Amitabha, untuk mengumandangkan Dharma. Demikian pula dengan setetes air, sekuntum bunga juga memiliki jasa kebajikan yang tanpa batas.

Semua ini pada akhirnya takkan jadi kosong melompong, takkan mengelabui anda. Tak peduli anda melatih pintu Dharma apapun di Alam Sukhavati, semuanya juga akan mencapai kesempurnaan. Alam Sukhavati yang sedemikian sempurnanya, bagaimana mungkin tidak berkeinginan ke sana?

Dengan membandingkan Alam Sukhavati dan alam saha, maka jelas sudah, pasti harus menjauhi alam saha, bersukacita pada Alam Sukhavati. Setelah anda memiliki keteguhan hati ini, meskipun bertemu dengan kondisi yang menyenangkan, namun hatimu kini takkan mendua lagi.

Anda akan jelas bahwa setiap kondisi yang menyenangkan di alam saha ini, sesungguhnya adalah rintangan Mara, bila terlena di dalamnya akan menghalangi upaya terlahir ke Tanah Suci Sukhavati. Bila hatiku sempat diperdaya oleh kondisi ini, maka akan kehilangan manfaat yang sesungguhnya. Maka itu segala godaan di alam saha ini juga takkan mampu memikat diriku, saya telah membulatkan tekadku pasti harus ke Alam Sukhavati.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 213
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 20 April 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0213


厭離娑婆、欣求極樂
(二)

(二)順境警策
在生活中遇到順境的時候,也要警策自己,不要被暫時的假相蒙蔽,忘記自己真正的歸宿。因為在順境當中,人的心容易忘失正念,不容易發起出離心。這時更需要提醒自己,不要迷失、不要忘記回歸極樂故鄉的路。其實這個世界上人們喜愛的所謂順境,都不過是一場鬧劇,到最後什麼也得不到。

譬如現在擁有很多的財富,有好的房屋,或者具有較高的聲望、權力等等。這時要提醒自己,不要被暫時幻化一樣的安樂迷惑,這些只是世間的有漏福報,也是無常的,沒有什麼實在的意義。就像《羅狀元醒世詩》中講的那樣:「黃金不是千年業,紅日能消兩鬢霜,身後碑銘空自好,眼前傀儡為誰忙?」這就告訴我們,世間人用盡一生追逐的名和利,它們的真相到底是什麼。先說所謂的「利」,當一個人擁有很多財富的時候,往往會認為自己已經實現了人生的價值,是非常成功的人。但是要知道,這些只不過暫時滿足一下你的感官和虛榮心而已,到頭來不過是一場空。你看這世界上曾經出現的無數富豪,現在不是一個個都死了嗎?他們的財產能留到幾時呢?同樣,你現在擁有再多的財富也不可能留存千年,隨著日子一天天過去,你只能慢慢的變老,一步步走向死亡。再說所謂的名譽、聲望等等。有一部分人對於財富不是很在意,唯一追求萬眾矚目,美名遠揚。但是,這些又有什麼實在的意義呢?不過是你死了以後,世人會在你的墓誌銘或者功德碑上多刻幾行讚頌的文字而已,你自己又能得到什麼呢?所以說,現在這麼辛苦、這麼努力的把自己塑造成別人心中的完美形象,一輩子活在別人的舌尖上,又是何苦呢?總之,為了那些虛名假利,一生忙忙碌碌的,多麼不值得!

再譬如,有的人對於名利等不是特別執著,就是對於親人、朋友等等特別的眷戀,怎麼也放不下。由於前世善緣的感召,或者遇到特別情投意合的人,心裡就想和他長相廝守,永不分離;或者特別喜歡家庭的溫暖,喜歡一家人在一起享受天倫之樂的感覺等等。諸如此類,自己的心如果沉溺在這些所謂的溫情、幸福裡面,往往極難拔出。這時就要想,這些暫時的業緣表面看起來十分悅意,讓人難捨難分,但是就是這些所謂的美好,會嚴重的障礙我生起出離心,實際上正是我往生淨土最大的障礙!所以我不能再貪執這些世間的眷屬,要想就想極樂世界的法友。就像《西齋淨土詩》中說的那樣:「同居善友應懷我,已築浮圖欠合尖。」其中「浮圖」指佛塔。意思是說,我要常常想到西方的善友,想到他們應該會經常憶念我。很多道友已經往生到極樂世界了,他們正在那裡看著我,盼著我能早點過去。就像正在建一座塔,只剩塔的頂端還沒建好,完成這一點就可以竣工了。同樣,我的淨業資糧還差一點,只要我現在抓緊時間,更精進的念佛,很快就能完成往生極樂世界這件大事了。

另外,像是在學業上取得了成就,找到好的工作,和心愛的人結婚,事業有成,以及各種各樣的享樂等等,仔細想想哪有什麼真實的意義呢?不過是暫時欺騙感官,蒙蔽分別心的幻境,到頭來還是一場空。對後世和解脫絕對是有百害而無一利的。只是我們過去太愚痴,一直有一種虛妄的幻想,總以為在這些當中能出現真實的安樂。所以我們總是對於學業、愛情、事業、財富、地位等等抱有很多的希望。你把希望寄託在這些虛幻、苦性的法上面,最終絕對會落空。

像這樣,把整個娑婆世界的事全部觀察一遍,根本找不到一個安樂自性的法,人們再怎麼包裝、再怎麼吹捧,也改變不了它苦的自性。如果對於世人追逐的功名利祿、男歡女愛、聲色享受等等,你認為這些純粹就是苦,任何輪迴的事物放在你面前,你都不要。就像當年釋迦佛要出家的時候,父王給他什麼,他都不喜歡,都不要,唯一選擇解脫之道。什麼時候你也生起這種決心,就說明你確實不貪戀輪迴了。就像我們修苦諦時用的比喻那樣:有個小孩要吃糌粑,所以無論母親給他生蔓菁、熟蔓菁、乾蔓菁等等,他都不要。因為無論做成什麼樣,都只是蔓菁,不是糌粑,所以他一直不想要。這意思是說,我們在面對輪迴中的安樂時,就要作意:這是輪迴,這也是輪迴,統統是苦,所以我全都不要。像這樣的厭離心必須要有。

反過來說,極樂世界裡的一切都好。無論是地、水、花、樹、鳥、樓閣、虛空、光明、音聲等等,沒有一個不好的。因為那裡的一切都是從佛的妙心中變出來的,都能賜予極大的加持。打比方說極樂世界的鳥,牠們都是阿彌陀佛的神力變現出來的,所以完全能夠相應你的心,演說各種微妙法義,開示萬法的真相。而且,隨著你修行境界的增上,牠演說的法義也會愈來愈甚深。因為阿彌陀佛示現的任何一個方便都是可深可淺的,都有外、內、密、極密的不同加持。你的心愈清淨,得到的加持就愈大。下至一滴水、一朵花都具有無限的功德,你通過任何一法都能入於最圓滿的境界當中。這一切絕對不會落空,不會欺騙你。所以說,極樂世界裡的一切都是極其不可思議的,一一都是圓明具德,與佛無二無別。就像在《往生論》中講的那樣,極樂國土中的一切都是第一義諦妙境界相。這些最終都可歸納在真實智慧無為法身之中。也就是說,極樂世界裡的任何一法,都能使我最終現前究竟法身。這樣對於殊勝無比的極樂世界看清楚後,怎麼能不希求呢?

像這樣,對於娑婆世界和極樂世界的狀況做對比,一定要堅定厭離娑婆、欣求極樂的決心。一旦你有了這樣的決心,再遇到任何順境都不會有二心了。也就是你心裡非常清楚,這個娑婆世界裡的一切順境都是魔障,耽著它們會障礙我往生。如果我的心被這些欺騙,就會失去究竟的利益。所以,娑婆世界上的一切事物都誘惑不了我,我鐵定了心要去極樂世界。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師 (第二一三集)  2016/4/20  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0213



Sumber : Mitra Sejati

Bersukacita Pada Alam Sukhavati 01

Menjauhi Alam Saha Bersukacita Pada Alam Sukhavati
(Bagian 1)

Hari ini kita membahas bagaimana mengingatkan diri kita, baik dalam kondisi suka maupun duka dan dalam keadaan sibuk maupun sedang luang, agar senantiasa mengembangkan keyakinan, tekad dan pengamalan.

1.      Dalam kondisi yang tidak menyenangkan
Apa yang dimaksud dengan keadaan yang tidak menyenangkan? Umpamanya jatuh sakit dan segala keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan hati. Pada saat begini kita harus mengingatkan diri sendiri bahwa pada akhirnya saya juga pulang ke Tanah Suci Sukhavati. Maka itu di dunia ini bertemu dengan keadaan yang tidak menyenangkan, malah menjadi motivasi bagiku untuk terlahir ke tanah suci.

Sebaliknya orang yang berada dalam keadaan yang sesuai dengan keinginan hati, serba lancar-lancar saja, malah sulit membangkitkan niat untuk terlahir ke tanah suci, kecuali kalau sudah bertemu dengan kesulitan, hal yang tidak sesuai dengan keinginan hati, barulah merupakan momen untuk menggenggam erat keyakinan, tekad dan pengamalan, merupakan jalinan jodoh yang begitu bagusnya sehingga bisa tekun melafal Amituofo, orang lain mau seperti ini juga tidak bisa!

Umpamanya sudah jatuh sakit, anda justru merasa bersukacita, patut diketahui bahwa ini juga merupakan peringatan bagi diri sendiri untuk menggenggam erat sisa waktu buat mempersiapkan bekal terlahir ke tanah suci.

Jika sebaliknya tubuh sehat dan kuat, besar kemungkinan menggunakan kesempatan yang ada untuk mengejar kenikmatan akan makanan dan minuman, dan urusan pria wanita.

Tapi sekarang sudah jatuh sakit, jadi bisa menghindari banyak prilaku yang tidak semestinya, kesempatan untuk berbuat kekacauan.

Bahkan boleh melakukan perenungan sedemikian : mengandalkan obat-obatan, meskipun bisa meringankan penderitaan sakit buat sementara waktu, namun tidak bisa mengatasi akar permasalahan. Oleh karena tubuh ini ibarat bisul beracun, merupakan sarang beragam penyakit, tempat lahirnya kesengsaraan yang tak berujung.

Maka itu penderitaan tubuh jasmani amatlah tersiksa, setelah ajalku tiba pasti menjelma melalui Bunga Lotus, memperoleh tubuh Narayana yang kokoh dan bebas dari segala penderitaan!

Dalam kondisi sakit, seharusnya lebih membulatkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati, mengerahkan segenap hati berlindung pada Buddha Amitabha, bahkan lebih tekun melafal Amituofo. Saat ketidakkekalan tiba, juga tidak perlu merasa takut, menyambutnya dengan penuh suka cita, untunglah bisa segera terlahir ke Alam Sukhavati!

Bila bertemu dengan masalah atau keadaan lainnya yang tidak menyenangkan, maka harus berpikir, selama berada di alam saha, pasti banyak dibelenggu rintangan karma dan kekotoran batin. Kalau sudah begini, untuk mengharapkan bisa keluar dari samsara dengan mengandalkan kekuatan sendiri adalah sulit diwujudkan.

Tetapi asalkan membangkitkan keyakinan hati pada Buddha Amitabha, membulatkan tekad terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, ditambah rajin melafal Amituofo, maka mudah terlahir ke tanah suci.

Terlahir ke Alam Sukhavati, mengakhiri segala penderitaan dan memperoleh kebahagiaan selamanya, maka itu saya mesti terlahir ke Alam Sukhavati!

Dengan demikian ketika bertemu dengan kondisi yang tidak menyenangkan, maka segera mengingatkan diri sendiri,  membulatkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati.

Umpamanya lagi, keuangan lagi tersendat, maka boleh membuat perenungan : Hidup di alam saha ini betul-betul menyusahkan, sampai-sampai menafkahi diri sendiri saja begitu sulit. Penghasilan begitu kecil, biaya hidup besar, belum lagi masalah hidup, pekerjaan, berinteraksi dengan orang lain, dan sebagainya, begitu rumitnya. Di Alam Sukhavati mana hal serupa ini, maka itu dalam kehidupan ini juga saya harus terlahir ke Alam Sukhavati, mesti menggenggam erat setiap detiknya untuk melafal Amituofo.

Atau mempunyai putra putri yang tidak patuh, rumah tangga tidak harmonis, maka harus terpikir : Jodoh buruk di dunia ini terlampau banyak, belenggu juga begitu banyak, jiwa raga selalu dililit, tidak berdaya memperoleh pembebasan. Setelah terlahir ke Alam Sukhavati takkan ada ikatan lagi, batin memperoleh pembebasan sejati, maka itu saya harus terlahir ke Alam Sukhavati!

Umpamanya lagi kita dimarahi orang, begitu terpikir : Ai! Ini adalah akibat karma buruk yang kuperbuat pada masa kelahiran lampau, sekarang buahnya sudah masak, andaikata pada masa kelahiran sekarang tidak bertemu dengan Buddha Dharma, maka karma buruk yang diperbuat mungkin akan lebih parah lagi, sehingga mengundang kesengsaraan tak berujung. Maka itu setelah kehidupan ini berakhir, saya mesti terlahir ke Alam Sukhavati, memperoleh pembebasan sejati!

Pepatah mengatakan : “Kehidupan manusia lebih banyak duka daripada sukanya, diantara 10 hal ada 9 yang tidak menyenangkan”, kejadian di alam saha ini kebanyakkan tidak sesuai dengan keinginan hati.

Dalam menghadapi problema demikian, janganlah seperti orang awam, frustasi dan murung bahkan tidak berminat lagi melafal Amituofo, tidak sanggup lagi membangkitkan semangat melatih diri dan sebagainya. Sebaliknya mesti menjadikan problema untuk memotivasi diri sendiri, mengingatkan diri sendiri untuk terus menimbun bekal terlahir ke Alam Sukhavati, berharap bisa segera terlahir ke Alam Sukhavati.

Terhadap problema duniawi, janganlah terlalu dipedulikan, atau melekat padanya, cuma bisa menambah beban derita di hati saja. Ada sebuah puisi yang menyebutkan bahwa, andaikata diantara 10 hal ada 9 yang sukses, maka ini hanyalah impian belaka, khayalan semata, maka itu lebih baik melepaskan segala kemelekatan, melakukan apa yang patut dilakukan, jangan lagi mengejar, belajarlah untuk menjalani dan menerima apa adanya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 213
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 20 April 2016
Bertempat di HK Buddhist Education Foundation
Kode Artikel 02-042-0213


厭離娑婆、欣求極樂
(一)

學生:厭離娑婆、欣求極樂之三。自了法師編輯。
二、從總的方面串習出離心
今天我們從總的方面,也就是境緣上的—逆境和順境,以及自己的時間情況—忙時和閒時,來講講該怎樣警策自己,串習出離心,培養信願行。

(一)逆境警策
什麼是逆境呢?譬如說出現了病障、魔障,種種不如意的事等等。這時候我們就要提醒自己,我最終的歸宿是極樂世界,所以在輪迴世間裡碰到的這些逆緣,反而成為我往生極樂淨土的順緣。人處在順境當中,不容易生起求生淨土的心,現在我遇到了麻煩、不順心的事,正是促進自己增上信願,精進念佛的大好因緣,真是求之不得!

譬如說生病了,你應該很歡喜,要知道這又是在提醒自己,抓緊時間準備往生資糧。如果沒生病,身體很好,很可能會把精力用在追求飲食、男女方面。現在病了,正好可以避免很多放逸、散亂的機會。並且可以這樣想:依靠世間的醫藥,雖然暫時能夠緩解病痛,但是沒辦法解決根本問題。因為這個身體就像毒瘡一樣,是百病的巢穴,無量眾苦的生處。只要還生在這個世間,就擺脫不了這樣的有漏色身。所以你要想,有這個身體太苦了,我今生結束後一定要從蓮花中化生,獲得無有眾苦的清虛之身!所以在生病的時候,要更懇切的發起求生極樂世界的願,一心歸命阿彌陀佛,並且要更加用心的念佛。即使是死緣現前,也不應恐懼不安,而應當歡喜,正好可以早點往生極樂世界!

如果是遇到其他一些不如意的事,就要想:只要還在這個娑婆世界,就會時時刻刻被業和煩惱束縛,對於五濁惡世的眾生而言,依靠自力獲得解脫又是相當的難以成辦。但是只要對阿彌陀佛有信心,有求生極樂世界的願,再加上肯用功念佛,就很容易能夠往生極樂世界。往生之後,惑、業、苦等的一切過患就再不會現行了,從此永遠受用聖法樂。所以我一定要往生到極樂世界!像這樣,遇到一些逆境的時候,就要警策自己,增上求往生的切願。

譬如說,自己經濟上遇到困難,可以想:在這個娑婆世界活得這麼艱難,連養活自己都有困難。收入這麼少,開銷又那麼多,生活、工作、人際交往等等各方面的事又是那麼的複雜。我一往生極樂世界,就沒這些事了,所以我今生一定要往生,要抓緊時間念佛。

或者子女不聽話,發生家庭糾紛,就要想到:輪迴裡的業緣太多,牽纏太多,自己的身心總是被束縛,始終無法獲得自在。而往生後就不再有束縛了,最終心能得到究竟的自在,所以我必須要往生西方!

再譬如有人罵自己,一想:唉!這是我往昔的惡業成熟了,這個五取蘊恆時被煩惱種子跟隨,隨時有可能現行,對治的力量又那麼薄弱,所以難免造作種種惡業。如果下一世沒有遇到佛法,很可能造下更嚴重的罪業,就會招致更多的痛苦。所以我此生結束後一定要往生西方極樂世界,徹底擺脫惑業的牽纏!

總之,所謂「人生不如意事,十有八九」,娑婆世界的事大多是不盡人意的。在面對這些時,一方面不要像世俗人那樣,悶悶不樂,一籌莫展。甚至沒心思念佛,提不起修行等等。而是要以這些事來激勵自己,警策自己更加精進的修集往生資糧,爭取早日往生西方。另一方面對於世俗之事,自己的心不要太在意,太執著,否則只會給自己增加更多的痛苦。《羅狀元醒世詩》中說:「與其十事九如夢,不若三平兩滿休。」意思是說,與其在十件事中,有九件事做得非常成功、圓滿(其實也是像夢一樣本來不真實),不如基本能過得去就結束它。也就是在世間很多事上打妄想,都是像夢一樣,毫無意義。不如能放下就放下,踏踏實實的做好必須做的事,不要過於追求,要學會知足。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師 (第二一三集)  2016/4/20  香港佛陀教育協會  檔名:02-042-0213




Sumber ; Mitra Sejati 

Pokok Penting 10

Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 10)

Master Chin Kung :
Setelah kita membaca laporan belajar dari Venerable Zi-liao, setiap kalimat adalah perkataan yang sejujurnya. Hanya saja saya mengkritik bagian kalimat yang mengatakan lansia yang setiap hari mempersiapkan koper untuk berangkat, saya merasa kalimat ini bermasalah, mengapa demikian?

Kata “koper” di sini berarti masih ada kemelekatan, masih ada yang ingin dibawa pergi. Jadi bagaimana seharusnya? Tidak ada yang bisa dibawa pergi, tiba waktunya pergi dengan tidak membawa apa-apa, bebas dan leluasa.

Di Alam Sukhavati semuanya sudah tersedia, jadi buat apa anda bawa koper ke sana? Merepotkan saja, sama sekali tidak perlu. Ini harus diketahui, harus melepaskan sampai bersih.

Ini tentunya sulit, dimana letak kesulitannya? Seperti yang telah kamu katakan, kekotoran batin dan tabiat yang masih begitu berat.

Lantas bagaimana supaya koper kecil ini juga harus dibuang? Buddha Sakyamuni menyebutkan di dalam semua sutra bahwa di dunia ini tidak ada satupun yang nyata adanya, termasuk tubuh jasmani kita sendiri juga harus diikhlaskan, jadi buat apa anda masih bawa-bawa koper segala? Selama masih ada niat pikiran membawa secuil benda maka ini merupakan rintangan, takkan bisa berhasil terlahir ke tanah suci.

Untuk terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, selain lafalan Amituofo, pintu Dharma lainnya juga harus dilepaskan, kalau tidak dilepaskan maka ini namanya cari masalah sendiri, apalagi anda masih membawa barang, barang anda ini cuma mengotori tanah suci. Jadi ini tidak diperbolehkan, melepaskan itu harus sampai bersih.

Sharing dari Venerable Zi-liao ini mesti perbanyak membacanya, memberikan kita nasehat bijak yang paling bagus.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209

往生的要訣
(十)

老法師:我們讀了自了法師這篇報告,他所說的話句句都是老實話,是真話,不是假話。我對於他說老人,天天要把包打好準備就走,我覺得這句話有問題,為什麼?那個包還留戀到,還想帶去。應該怎麼樣?沒有包,哪有什麼包?隨時可以走,什麼都不帶,輕輕鬆鬆,一樣都沒有。極樂世界樣樣現成,你帶包去幹什麼?那只是累贅,用不著。這個要知道,要放得乾乾淨淨。這個很難,難在哪裡?你也說得很清楚,煩惱習氣太重。要怎麼樣連這個小包都丟掉?那就是對諸法實相要有相當的認識。佛在一切經論,時時刻刻提醒我們、告訴我們,這個世界上沒有一樣東西是真的,包括我們自己身體都要丟掉,你還要帶什麼去?只要有帶一點東西去的那個念頭就是障礙,就去不了。

往生淨土,除阿彌陀佛之外,其他的佛法都要放下,你要不放下準找麻煩,通不過那邊海關檢查。你還帶的有東西,這個東西就染污極樂世界,那還行嗎?不可以的。所以徹底放下。自了法師這篇東西要多看,給我們最好的忠告。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209


Sumber : Mitra Sejati 

Pokok Penting 09

Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 9)

Kehidupan di dunia ini terdiri dari dua yakni yang bernasib baik dan buruk. Mereka yang bernasib kurang baik akan berpikir : “Saya sungguh kasihan, di dunia ini tiada lagi yang bisa kudambakan, lebih baik menfokuskan perhatian ke tanah suci saja”.

Orang yang bernasib kurang baik ini justru oleh karena penderitaannya sehingga memperoleh manfaat besar.

Ada pula orang yang bernasib baik, maka itu berkata : “Hidupku ini sungguh beruntung, terutama setelah belajar Ajaran Buddha, kehidupan kian membaik, dunia ini begitu indahnya”.

Maka itu dia setiap hari sibuk membuat perencanaan untuk hidup bahagia di dunia saha ini, tiap hari meneguk arak beracun dunia fana. Ini sungguh celaka, dia sama sekali tidak berniat untuk menjauhi alam saha, dalam hatinya dia beranggapan dirinya sudah sampai di Alam Sukhavati, jadi buat apa lagi harus bersusah payah ke Negeri Buddha Amitabha yang jauhnya 10 triliun alam Buddha?  

Kalau sudah begini maka telah tenggelam dalam khayalan semu duniawi, bagaimana ada lagi daya tarik pada tanah suci? Saat menjelang ajal jatuh kembali ke enam alam tumimbal lahir, Buddha Amitabha harus pulang dengan tangan kosong.

Ini adalah perkataan yang sungguh tidak enak didengar, namun inilah peringatan keras buat kita semuanya, terutama bagi orang lanjut usia, setiap hari harus merenungkan ketidakkekalan, mungkin saja hari ini bisa mati, maka itu setiap hari harus siap lahir dan batin.

Dalam hati harus senantiasa berpikir : Hari ini saya akan mengerahkan segenap kemampuanku, mempersiapkan bekal (yakin, bertekad dan melafal Amituofo) untuk terlahir ke tanah suci. Kalau gagal berarti telah melakukan kesalahan paling besar, maka itu saya harus berusaha semaksimal mungkin. Hidup sehari maka melatih karma suci (karma suci adalah melafal Amituofo) sehari, setiap hari harus membulatkan tekad terlahir ke tanah suci. Setelah itu menfokuskan pikiran melafal Amituofo, dengan demikian dapat terlahir ke Alam Sukhavati.

Tak peduli dalam kondisi senang atau susah, senantiasa mengingatkan diri sendiri, tujuan utamaku adalah terlahir ke tanah suci, perencanaan jangka panjangku hanya ada di tanah suci, jadi bukan di alam saha. Meskipun sekarang, oleh karena kekuatan karma masih tinggal di alam saha, namun takkan membuat perencanaan jangka panjang di dunia saha ini, pola pikir sedemikian rupa adalah begitu pentingnya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
(九)

大家現在就要開始注意,努力培養欣、厭。我們在座的無非是兩種人,一種人命不好,一種人命好。命不好的會想:「我很可憐,現在世間的一切都不求了,一心就去西方。」這種人反而因為苦而得到大利益。還有一種人命很好,他就一直說:「我很好啊,很幸福,學佛以後更好了。世間真好,天天都很快樂。」結果他每天都為著今世的快樂而做打算,天天都在品味人間快樂的美酒。這就糟糕了,因為一點出離心也沒有,在他心目中,現前就是極樂世界,哪裡還需要去十萬億佛土之外呢?像這樣,一味的陷溺在世間假相裡,怎麼會有欣求極樂的力量?臨終的時候直接往娑婆世界裡陷落,阿彌陀佛就只能空手而返了。

這些都是不好聽的話,是在給大家敲警鐘。老人家們尤其要警惕,天天要想到人命無常,說不定今天就會死,所以每天都要做往生的準備。就是每天要有「打好包直接去極樂世界」這樣的心態。心裡一直要想:我今天盡一切努力,準備好往生的資糧。如果錯過了這次機會,那就犯了最大的錯誤,所以我要盡量努力。一天活著,就修一天淨業,天天都要提起求往生的心。這樣再念阿彌陀佛,一心一意的念,就可以往生。

以上選摘自智圓法師《名號如意寶》。

不論在哪種情況下,心裡都要警醒自己:我人生最大的目標就是去極樂世界。時時不要忘記。這一點非常關鍵。由此一來,所有長遠的規畫都在西方淨土,而不是在娑婆世界。雖然暫時由業力還在這裡居留,但不會再為這個世界做很多長久的打算,這種心態很重要。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Sumber : Mitra Sejati 

Pokok Penting 08


Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 8)

Kita tidak boleh mengelabui diri sendiri, haruslah mengamatinya dengan seksama : Apakah benar saya berniat ke Tanah Suci Sukhavati, atau ternyata malah lebih sudi hanyut di alam saha? Jika masih juga memikirkan makanan dan minuman yang menggiurkan, pria dan wanita yang menarik hati, tarian dan nyanyian, suara-suara merdu, maka terhadap semua ini masih begitu mendambakannya, sambil juga berkhayal kelak bisa berhasil mencapai tanah suci, maka ini namanya sedang bermimpi di siang bolong, mana ada hal yang begitu indah dan sempurnanya? Tidak bisa mengikhlaskan dunia saha maka mustahil bisa mencapai tanah suci.

Sesungguhnya orang-orang modern sekarang ini, banyak yang berpikir sedemikian rupa. Dia berpikir : Sekarang biarlah saya menikmati dulu Lima Nafsu (gemar akan harta, rupa, ketenaran, makanan dan tidur), kelak terlahir ke Alam Sukhavati juga menikmati kesenangan di sana, kalau saya gagal terlahir di sana, berarti Buddha-nya yang tidak sakti.

Tetapi harus diketahui kalau hatinya terus disangkutkan pada Lima Nafsu, kian lama kian berat, maka tanah suci juga kian lama kian jauh dari anda, yang juga berarti harapan anda untuk terlahir ke tanah suci juga kian lama kian nihil.

Maka itu mengapa banyak praktisi yang gagal terlahir di tanah suci, tak lain adalah masih saja mendambakan dunia fana. Ini ibarat perahu yang masih diikat di tanggul, bagaimanapun anda mendayungnya juga tidak bisa maju selangkahpun.

Sama halnya pula hati yang dilekat pada dunia saha, bagaimanapun anda melafal Amituofo juga akan sulit terlahir ke tanah suci, sehingga bila anda belum mencukupi “suka” dan ”benci”, maka meskipun mulut mengatakan saya ingin pergi ke tanah suci, cuma bisa menipu diri sendiri dan orang lain.

Patut diketahui bahwa sebagian orang lebih mudah melatih diri dalam kondisi yang serba sulit, sebaliknya dalam kondisi yang serba nyaman malah lebih sulit untuk membangkitkan ketulusan. Apalagi kalau kondisinya serba lancar, punya keluarga yang harmonis, putra putri yang patuh, pahala yang besar, punya beragam fasilitas dan kenikmatan duniawi, dan sebagainya dan sebagainya, dalam kondisi begini mana mungkin dia bisa membangkitkan niat untuk keluar dari dunia saha.

Oleh karena dia berpikir, Alam Sukhavati justru ada di dunia ini, buat apa lagi saya ke sana? Padahal dia melekat pada dunia fana dan tidak berkeinginan untuk keluar.  Dengan demikian setiap hari ibarat minum arak sampai mabuk, hanyut dalam kesenangan duniawi, saat ketidakkekalan tiba, mana ada kekuatan untuk keluar dari tumimbal lahir?

Saat itu betapa beratnya untuk berpisah, sungguh tidak kuasa mengikhlaskan, apalagi bila hubungan suami istri yang harmonis, saat itu semakin tidak sanggup merelakan satu sama lainnya.

Anda mana mungkin mengatakan : “Saya sekarang mau pergi ke Alam Sukhavati”, mustahil, sebaliknya anda cuma bisa berkata : “Kelahiran mendatang kita jadi pasangan suami istri lagi ya!”

Andaikata memiliki putra putri yang berbakti dan patuh, maka hati yang melekat pada anak-anak juga kian kuat, saat ajal menjelang juga tidak sanggup mengikhlaskan, berat untuk berpisah.

Sebagian besar wanita lebih melekat pada anak-anaknya, sudah sampai usia lanjut masih saja mengkhawatirkan putra putrinya. Kalau putranya berbakti maka saat menjelang ajal pasti akan berpikir : “Aku tidak bisa mengikhlaskan putraku!”

Atau juga berpikir hidup ini sedemikian indahnya, maka itu jadi timbul keinginan untuk kembali ke dunia fana ini lagi. Kalau sudah begitu apa lagi yang mau dibilang menjauhi dunia saha dan suka pada tanah suci?

Sebaliknya bila kondisi kehidupan yang serba tidak menggembirakan, merasakan berbagai kesengsaraan hidup, maka ini menjadi motivasi untuk menjauhi dunia saha, tidak ada lagi yang pantas didambakan, membulatkan tekad ke Negeri Buddha Amitabha.

Beginilah hati manusia, anda janganlah beranggapan, sekarang bersenang-senang dulu, nanti saat ajal barulah membangkitkan niat ke tanah suci, ini tidak ada jaminannya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
(八)

我們不能自欺,一定要檢查:我是真心想去淨土,還是甘願陷溺在紅塵裡?如果一邊想著飲食、男女、歌舞、聲色,對這些貪戀不已,一邊卻幻想著臨終能生到西方,那只是自己在做白日夢,哪有這樣兩全其美的事?放不下娑婆就決定生不到極樂。其實,現在很多人心裡就是這麼打算的。他想:我既要享受世間五欲,還要順利往生西方,如果不能往生,那就是佛不靈驗。但要知道,如果心一直陷在五欲的泥潭裡,愈陷愈深,愈陷愈重,這樣的話,淨土就離得愈來愈遠,也就愈來愈難往生。

原來一再說過,為什麼很多人念佛不能往生?根本原因就是貪戀紅塵。這種修持叫做「抱樁搖櫓」。就像繩子還繫在樁子上,那不管怎麼搖槳,船也前進不了半步。同樣,心一直繫在娑婆世界裡,那再怎麼念佛,也很難即生往生西方。這就表明,欣、厭是一個大的關口,心裡如果不具足欣、厭,內在最貪的是世間五欲,一點都不願出離,口裡卻不斷的說我要去西方,那完全是自欺欺人。

要知道,一般人在逆境裡容易修,在順境中就很難。尤其世間的一切都圓滿,家庭很美滿,兒女也聽話,福報很好,有各種享受等等,這時候出離就非常困難了。因為他心裡認為,極樂世界就在人間,還要到哪兒去?其實就是迷戀紅塵,放不下世間而已。這樣,平時都像喝醉了酒似的,一直陶醉在世間快樂裡,等到了臨終,怎麼會有出離的力量呢?那時就會戀戀不捨。如果夫妻感情好,那到時候你就捨不得。你不會說:「我要去西方」,只會說:「我們來世還做夫妻!」如果兒女孝順,自己一生對兒女都是貪愛心,那到時候也很難放下。一般來說,女人最愛執兒子,到老了還是念念想著兒子。如果兒子很孝順,那她臨死的時候也會想:「我捨不得兒子!」或者認為這個世界這麼美好,就會發願來世還要在這裡。像這樣,哪裡會有厭離娑婆、欣求極樂的力量?相反,如果人生很苦,那就容易生厭離,使得他根本不留戀世間,一心要到佛國去。

人的心就是這樣。你不要以為,現在對世間非常喜歡、非常留戀,到臨終時會忽然起一種生西方的心,這是很渺茫的。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209



Sumber : Mitra Sejati 

Pokok Penting 07



Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 7)

Praktisi yang melatih metode Tanah Suci, pokok persoalannya adalah terletak pada niat pikiran yang terakhir, sementara itu sebagian praktisi sudah mendengar tanah suci sejak berpuluh-puluh tahun yang silam, jadi ini termasuk yang akar kebajikannya cepat masaknya. Praktisi senior semacam ini boleh disebut sebagai “praktisi karatan”.

Praktisi pemula kebanyakkan mudah membangkitkan ketulusan, namun seiring berjalannya waktu, mungkin dililit oleh tabiat, sehingga ketulusannya juga kian melemah. Ada praktisi yang mengatakan, saya sudah melatih diri 20 tahun lamanya, namun tidak tampak semangatnya, malah keabu-abuan, malas. Ini sungguh celaka, pada akhirnya secuil keberanian juga tidak ada lagi, bagaimana bisa terlahir ke Tanah Suci?

Maka itu harus menyadari bahwa dalam hati sendiri masih menyimpan problema yang sebegitu parahnya, hanyut terbawa arus alam saha dan tidak sudi keluar, sebaliknya terhadap Alam Sukhavati yang begitu unggulnya malah tidak menaruh minat.

Sehingga kita jadi bertanya mengapa ada praktisi pelafal Amituofo malah gagal mencapai Alam Sukhavati? Apa sebabnya? Oleh karena tekadnya begitu lemah, tidak memunculkan dari dalam hatinya “suka” pada tanah suci dan “benci” pada alam saha.

Maka itu menasehati praktisi sekalian untuk melatih diri seawal mungkin dan jangan lagi bermimpi di alam saha.

Sudah banyak yang menjadi “praktisi karatan”, setiap hari melafal Amituofo namun masih melekat pada Lima Nafsu (gemar akan harta, rupa, ketenaran, makanan dan tidur), sama sekali tidak punya niat untuk menjauhinya.  

Bukankah ini namanya mengelabui diri sendiri? Buka tutup mulut berkata ingin terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, tapi hatinya hanyut oleh arus deras alam saha dan tenggelam di dasar lautan Lima Nafsu, kalau sudah begini, bagaimana mungkin bisa terlahir ke tanah suci?

Maka itu ini disebut membohongi diri sendiri, mencelakai diri sendiri, menyia-nyiakan kesempatan terlahir sebagai manusia.

Juga seperti para upasaka tua, yang merasa dirinya sudah melatih diri sepanjang hidupnya, juga sudah banyak beramal. Tapi setelah pensiun setiap hari berteman dengan remote televisi, setiap hari juga masih memikirkan hal-hal duniawi, kian tua kian kebingungan. Akhirnya begitu sehela nafas tak kembali lagi, tidak tahu lagi ke mana dia perginya. Inilah akibat dari menipu diri sendiri semasa hidupnya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
(七)

修淨土法,關鍵要看臨終那一念,逢的機會好,就很容易往生。而一般的人,不是在臨終時才聽說有淨土,而是幾十年前就知道了,屬於早熟的機。但他的心一直很疲軟,這就非常危險,很可能成了一個「老油條」。我們要非常注意自己的心。剛學佛的時候,人往往容易出現善心,但時間久了,很可能被習氣所困,而發不起心力來,這就很危險。有的人說,我已經修了二十年。但看他的心一點起色也沒有,是那種灰溜溜的、懈怠、不振作的心態。這就很糟糕。最後連一點勇悍心都提不起來,這樣怎麼能往生呢?
所以要曉得,自己心上還存在很大的問題。一直深陷在紅塵裡,不肯出來,而對於清淨佛土,對於殊勝的往生大事,欣求的心就非常薄。因此,在這上要趕緊栽培,要不斷的努力,盡量減少負面的染污緣,不然就非常危險。你看,這世上有多少人陷溺生死,有幾個最終歸往西方呢?這麼想一想就不寒而慄。為什麼那些人生不到西方呢?這裡有非常決定的因素。因為,他的心一直自甘陷溺,沒有真正從心底發起對娑婆的厭離和對極樂的欣求,以這種心怎麼可能生西方呢?或者說,西方淨土哪裡是憑這種心就能往生?所以,奉勸大家及早修行,不要繼續醉生夢死。

人一不注意,很容易就沒有自知自明,不曉得在自心上改過。放眼看去,很多人已經成了「老油條」。天天糊裡糊塗的念,但內心一直陷在五欲的泥潭裡,一點不肯出離。這不是自欺嗎?口口聲聲說要去西方,心心念念都沉溺在娑婆的五欲裡,這樣怎麼可能生西呢?所以,都是在騙自己、害自己,是在辜負佛、辜負自己的人身而已。像有些老居士,認為自己一生修行,也做了很多福業。但老了只是天天守著電視機,心每天就陷溺在世間法裡,愈老愈糊塗。最後就這樣一命嗚呼,不曉得到哪兒去了。這都是生前騙自己招來的下場。


文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Sumber : Mitra Sejati

Kamis, 16 Juni 2016

Pokok Penting 06

Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 6)

Andaikata masih ada begitu banyak urusan di dunia, kanan kiri ada berbagai ikatan, di sini juga rakus melakukannya, di sana juga ingin melakukannya, sampai-sampai batin terasa sesak dililit banyak ikatan, maka ini sungguh berbahaya. Saat ajal menjelang, seutas tali yang melilit diri anda ini, mungkin membawa anda jatuh kembali ke dalam samsara, maka tidak berdaya untuk terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Orang yang sudah lanjut usia juga harus mengingat bahwa saat menjelang ajal, hal yang paling menentukan adalah sebersit niat pikiran yang terakhir, yang menentukan ke mana anda perginya dan momen ini terjadi hanya dalam waktu yang amat singkat sekali. Apabila sebelumnya anda tidak melakukan persiapan, lalu tidak menyampaikan semua pesan dengan jelas, maka pada saat begini tentunya panik dan takut, untuk bisa terlahir ke Tanah Suci Sukhavati adalah sangat sulit.

Jadi jangan tunggu saat menjelang ajal barulah sibuk melakukan persiapan, ini sudah tidak sempat lagi. Meskipun sudah setua 60 atau 70 tahun, anda juga akan bersukacita menyambut datangnya ketidakkekalan, takkan merasa cemas. Ketidakkekalan takkan memberi anda sinyal terlebih dulu atau menyapa anda terlebih dulu, begitu datang langsung muncul seketika itu juga.

Mungkin anda sekalian juga tahu bahwa menua itu tidak pandang umur, juga tidak ada standarnya, kondisi manusia bisa mendadak merosot dan mati begitu saja, kadang kala orangnya masih baik-baik, tiba-tiba stroke dan mati mendadak, ada pula yang ketiduran dan tidak bangun lagi, ada pula terbaring sakit dan meninggal………..masih banyak lagi kondisi seperti ini yang tak terbayangkan oleh kita.

Bagi sebagian praktisi masa kini, untuk membangkitkan niat terlahir ke Tanah Suci Sukhavati adalah begitu sulit. Oleh karena hati manusia tidak teguh sehingga menjadi halangan. Melekat pada harta benda, putra putri, mendambakan ketenaran dan keuntungan, kenikmatan duniawi dan sebagainya, semua ini merupakan rintangan, semua ini ibarat gunung-gunung yang tinggi dan besar, ketika kita berhasil melampauinya maka harapan terlahir ke tanah suci barulah bisa terwujud.

Hati manusia selalu saja terombang-ambing, meskipun melafal Amituofo hingga banyak kali, namun ketika menghadapi cobaan, segera jatuh kembali ke samsara.  Di sinilah letak permasalahannya; baru saja usai melafal Amituofo, begitu bertemu dengan masalah, segera jatuh ke dalam perangkap duniawi.

Kondisi yang maju mundur ini menyebabkan tekad untuk terlahir ke tanah suci jadi begitu lemah, sedangkan hati yang melekat pada alam saha sedemikian kentalnya. Maka itu pokok persoalannya kembali pada “suka” dan ”benci”.

Kita dapat mengamati kondisi batin kita senantiasa maju dan mundur, naik dan turun, sebagian besar sangkut pada masalah duniawi, hanya sebagian kecil yang difokuskan ke tanah suci dan Buddha Amitabha.

Terutama yang tekadnya begitu lemah, umpamanya ketika nonton acara televisi, sepasang mata ditujukan ke pesawat televisi selama berjam-jam juga tidak lepas darinya. Usai nonton masih pula mengenang-ngenang, menceritakan dengan orang lain, otaknya masih saja memikirkannya.

Sebaliknya terhadap tanah suci malah tidak punya hati yang kental, tidak begitu ingin ke sana, juga tidak ingin terburu-buru ke sana, maka itu dalam hal melatih diri juga tidak begitu mendesak, saat melafal Amituofo juga tidak terfokus, usai melafal juga takkan terkenang-kenang.

Dari sini sudah cukup jelas kelihatan, orang begini penuh dengan jalinan jodoh tumimbal lahir.

Sebaliknya bila terhadap hal-hal duniawi tidak menaruh minat sama sekali, hatinya tidak ditaruh pada hal-hal duniawi, setiap hari menjalin ikatan dengan tanah suci, tekadnya kian hari kian mengental. Maka ini menunjukkan anda telah melampaui halangan dan dambaan pada dunia saha ini.

Jadi janganlah mengandalkan faktor keberuntungan, apabila masih belum mencukupi “suka” dan ”benci”, maka sulit untuk bisa terlahir ke tanah suci.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209

往生的要訣
(六)

如果有非常多的世間心思,左纏右繞,這裡也貪,那裡也搞,搞得自心好像被無數根繩子纏住了,這就非常危險。到臨終時,你被哪一根繩子牽住,都有可能落入生死,那就沒辦法往生。

老年人尤其要注意這一點,如果你心裡沒有準備好,那就非常危險。其實,臨終的時候就是一念,而這一念之差就決定了你的去向,這是非常快的。如果你事先什麼心理準備都沒有,什麼事都沒交代好,到時候慌裡慌張的,要往生就很困難。

再重複一遍,淨土修持的要訣就是欣、厭二字。也就是對極樂世界要愈來愈嚮往、欣求,一心一意的往那兒去,唯一就是這個目標;對娑婆世界要愈來愈厭離,不斷的淡化它。所有事情都提前交代好,每天都要做好準備。

反面也要知道,不能到臨終時再準備,那時就來不及了。已經是六、七十歲的人了,那是非常快的。無常這事不會給你提前打招呼,它來的時候,忽然一天就現前了。大家都知道,老來的事說不準,有時候摔一跤就死了,有時候站在那裡,一下子中風或者腦溢血就過去了,有人是一睡不起,老死在床上……很多情況是你想不到的。所以每一天都要做準備。這是最關鍵的事情,已經再三做了交代。

現在對很多人來說,發起求往生的心還是很難。因為人的心不堅定,這就成了障礙。就好像心頭有很多座山,對事物的貪戀是一座山,對兒女的貪戀又是一座山,還有各種貪戀名利、富貴、享受等等,這些都是障礙。一旦越過了這些山,往生就有希望了。

所以,欣厭是往生的關鍵。具足了欣厭,就表示已經脫離了娑婆的事,一心往西方去了。這就表示,心上已經調準了。不然的話,凡夫的心始終飄來飄去,即使念了很多聲佛號,但一遇到世間境界,馬上又轉到生死裡去了,這就很難有保障。

我們的問題就在這裡:平時念佛很難提起懇切的心,口裡剛剛念完,等會兒一碰到世間的事,馬上又入到紅塵裡去了。有這種忽上忽下的情況。這樣檢查起來,淨土的心非常薄弱,娑婆的心卻極為濃厚。關鍵問題還是欣、厭不具足。

現在一定要重視欣、厭之心的培養。如果這種心不能有力的生起,那就很危險了。我們平時都能看到,自己的心不斷的起起落落,大多都圍繞在世間法上,很少起念緣著西方、緣著阿彌陀佛。比較心力的差別就很明顯。譬如你看電視的時候,兩隻眼睛一直盯著,看了好幾個小時都不覺得累,還想接著看。看完了還回味,還不斷的談,腦子裡也不斷的在想。但對於西方根本沒有這麼濃的心,不是非常急切、迫不急待的想修,也不會念佛的時候一心投入,念完了還回味不已。從這裡足以看出,流轉娑婆的因緣非常充分。如果能反過來,對世間的事一點興趣沒有,心根本不放在那裡,天天都緣西方,淨土的心愈來愈濃。這就表示,你已經跨過了貪戀世間的障礙。所以,這事僥倖不得,你的心沒成熟,還不具足欣、厭的內涵,往生就很難。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Sumber : Mitra Sejati

Pokok Penting 05

Pokok Penting Terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 5)

Setiap hari juga melakukan perenungan kematian, begitu ajal tiba juga begitu tenang, oleh karena sudah mempersiapkannya dari awal. Orang bijak selalu memikirkan rencana jangka panjang, pandangannya selalu jauh ke depan, melakukan segala persiapan dengan matang.

Kalau bukan begini maka ketika ajal menjelang akan jadi panik, ketakutan, bisa-bisa karena silap sesaat menjadi penyesalan selamanya.

Orang bijak justru memandang urusan akhir ini sebagai masalah yang paling penting dalam kehidupan ini, sedangkan urusan lainnya boleh dikesampingkan. Segala sesuatu di dunia ini tidak membawa manfaat yang seberapa, kurangilah sedikit demi sedikit. Sedangkan upaya terlahir ke Tanah Suci Sukhavati adalah sebegitu pentingnya, jadi perbanyaklah sedikit demi sedikit.

Apabila anda masih mempunyai tanggung jawab di dunia ini, baik dalam keluarga, pekerjaan dan sebagainya, maka segala hal tetap harus dijalani dengan serius, jadi bukan berarti ayahbunda, istri dan anak-anak boleh diabaikan dan tidak perlu bekerja lagi. Dengan menunaikan tanggung jawab barulah bisa melatih diri dengan tenang.

Lantas bagaimana caranya supaya setiap hari bisa melatih karma suci agar setiap hari bisa memperoleh kemajuan batin, mengerahkan segenap hati ke tanah suci? Maka setiap hari harus mengingatkan diri sendiri, menempatkan hari kematian sebagai hari ini. Setiap hari melakukan persiapan menghadapi ajal, begitu tiba hari tersebut langsung terlahir ke tanah suci.

Bagaimana cara melakukan persiapan tersebut? Setiap hari anda merenungkan : Kehidupan ini begitu tidak kekal, kematian begitu cepat menjelang, maka itu saya harus melakukan persiapan sejak dini.

Sebelum tidur juga merenungkan : Apa lagi yang menjadi beban di hatiku yang tidak sanggup saya lepaskan? Apa lagi yang saya khawatirkan? Andaikata memang tidak ada lagi kekhawatiran di hati, maka saat sekarang juga dijemput Buddha Amitabha juga bukan masalah, membulatkan tekad terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Sebaliknya bila di hati masih penuh dengan kekhawatiran, masih memikirkan ada urusan yang masih belum diselesaikan, masih banyak yang belum bisa diikhlaskan, maka inilah yang menjadi “musuh kerabat penagih hutang” anda, saat menjelang ajal pemikiran inilah yang akan merintangi upaya anda terlahir ke tanah suci.

Maka itu saat sekarang juga harus melakukan persiapan matang, kelak tiba waktunya takkan muncul problema.

Persiapan lain yang mesti dilakukan adalah menyampaikan pesan-pesan terakhir, segala sesuatu disampaikan dengan jelas, apa yang perlu diurus harus dibereskan, namun yang paling penting mesti merenungkan :  Andaikata esok pagi tidak bangun lagi, cepat lambat pasti mati, jadi tidak ada yang tidak bisa dilepaskan lagi.   

Anggota keluarga masing-masing punya karma tersendiri, punya takdir kehidupan tersendiri, saya juga tidak bisa ikut campur lagi. Harta benda dan kepemilikkan juga tidak bisa dibawa pergi, melekatpun tiada berguna lagi. Dengan demikian dalam waktu seketika juga melepaskan segala kemelekatan, dalam hati jangan lagi mengkhawatirkan harta benda, putra putri dan sebagainya, sedini mungkin melepaskan semua ikatan belenggu ini.

Setiap saat menjelang tidur merenungkan : Kalau esok pagi tidak bangun lagi, maka urusan yang penting sekalipun, saya juga tidak bisa ikut mencampurinya lagi. Dengan merenungkan sedemikian rupa, maka batin takkan terganggu lagi oleh urusan-urusan duniawi.

Kalau bukan demikian, maka hati selalu saja mengkhawatirkan hal-hal duniawi, saat ajal menjelang timbullah problema.

Seperti begini rupanya, setiap hari melakukan perenungan sampai akhirnya sudah terbiasa, hatipun jadi bebas tanpa kemelekatan lagi, kalau sudah begini jadinya, maka tekad welas asih Buddha Amitabha akan memenuhi setiap sudut ruang sanubari hatimu.

Bila sebaliknya anda masih saja suka melekat dan tidak sudi melepaskan, mengkhawatirkan ini dan itu, maka pemberkatan Buddha Amitabha sulit menembusi sanubarimu. Oleh karena hatimu sudah sesak dipenuhi kekotoran duniawi, begitu banyak kekhawatiran mengacaukan hatimu, bagaimana bisa terjalin dengan Buddha. Ini sungguh berbahaya.

Jadi, kalau kita mau terlahir ke Tanah Suci Sukhavati, maka harus menggenggam erat “suka” dan ”benci”. Kalau sudah memang benci pada penderitaan di alam saha ini, maka lepaskanlah semua kemelekatan dan munculkan suka cita pada tanah suci, segala urusan di dunia dilepaskan, sementara upaya terlahir ke tanah suci haruslah diutamakan; begitu semua kemelekatan pada dunia ini sudah dilepaskan secara keseluruhan, maka tiada lagi yang bisa membuat hatimu mendua, secara keseluruhan hati sudah jadi terfokus pada tanah suci, maka hatimu telah terjalin dengan Buddha Amitabha, inilah kuncinya.

Petikan Kelas Belajar Penjelasan Sutra Usia Tanpa Batas
Edisi 209
Laporan belajar dari Venerable Zi-liao
Tanggal 10 Maret 2016
Bertempat di Pure Land Learning College Association, Australia
Kode Artikel 02-042-0209


往生的要訣
(五)

要做到這一點,那現在就要念死。天天念死的話,到臨終時就從容鎮定,因為心態已經完全準備好了。所以,有智慧的人會深思熟慮,會從長計議,他的目光會很長遠,會提前做好準備。否則死亡一旦來臨,那時慌張、恐懼,最終很可能一失足成千古恨。人如果有智慧,就會把這件事看成人生最大的事情,其他都可以放下,但在這上面絕對不能馬虎。世間法沒什麼利益,能放一分是一分。往生淨土最重要,能提一分是一分,要盡量的提,盡量多準備,在這件事上絕對不能失誤。(如果你還處在世間,有家庭、工作等,那應當心出離,身體仍要做事,並不是父母、兒女、妻子、工作等全部不管。該盡的本分都要盡好,這樣才能心安理得的修行。)

那麼,怎樣才能做到每天都在修淨業的道上非常平穩的前進,一心趣向西方呢?這就要念念提醒自己,把臨死那一天的事放在今天來做。天天都準備臨死的事,一到那天,就直接往生了。

這又該怎麼準備呢?你每天要想:生命是無常的,死亡很快來臨,所以我必須提前辦好。睡前要反省:我心裡還有什麼放不下嗎?還有沒有罣礙?如果心裡一點罣礙沒有,即使現在死了,也是一心唯一歸向淨土,這樣還算可以。如果心裡還有很多罣礙,還想著這件事沒做完,那件事沒了結,還有這個放不下,那個離不開等等,那這些心裡的罣礙就成了你的「生死冤家」,到臨終時就會來障礙你往生。所以,現在要提前辦好,不然一到那個時刻,很可能會出問題。

所謂「提前辦好」,當然一方面像前面說的,該交代的交代,該處理的處理,但更重要的,是要想:如果今晚就死了,明早起不來,那反正要死了,也沒什麼放不下的。家人的事都由各自的業來安排,我想管也管不了。再執著的東西到時候也帶不走,執著也沒用。像這樣,把世上的事一下子全放掉,心不要還掛在財物、兒女等上面,提前就全部了結。而且天天都要這麼了結。每天睡前都要想:如果明天起不來,也就這麼去了,再重要的事想管也管不著。這樣想了以後,當時就要讓自己的心不再被世間的事纏繞。不然的話,心裡始終放不下,到時候就很麻煩。

像這樣,平時想慣了,把心放得空空的,世間的事都能放下,這樣的話,阿彌陀佛的悲心就能充實你空靈的心。如果你心頭想這想那,有各種的放不下,那阿彌陀佛的加持也很難入到你心裡。因為你的心已經被世間的事填滿了、搞亂了,七上八下,亂成一團,跟佛相合就很困難。這就非常危險。所以,我們要往生,一定要把握住「欣厭」二字。厭就是全部要放,欣就是全部提起。娑婆的事一概放盡,那淨土的事就能完全提起;一旦把娑婆的事全放掉,也就沒有了分心的事,你就能一心跟阿彌陀佛相應。這就是關鍵。

文摘恭錄 — 無量壽經科註第四回學習班  自了法師  (第二O九集)  2016/3/10  澳洲淨宗學院  檔名:02-042-0209




Sumber : Mitra Sejati