Tampilkan postingan dengan label Tanya jawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanya jawab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2018

Bolehkah Umat Buddha Merayakan Cheng Beng?

Bolehkah Umat Buddha Merayakan Cheng Beng?

Selasa, 28 Maret 2017

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Salah satu tradisi Tionghoa adalah memperingati Hari Cheng Beng. Apa itu Hari Cheng Beng? Dan bolehkah umat Buddha merayakan Cheng Beng?

Berdasarkan asal katanya, kata “cheng beng” adalah istilah dalam bahasa Hokkian untuk kata “qing ming” (清明 – qingming) dalam bahasa Mandarin yang berarti “cerah dan terang”.

Kata “qing ming” sendiri adalah istilah dalam astronomi Tionghoa yang mengacu pada salah satu dari 24 posisi matahari. Posisi matahari tersebut terjadi saat musim semi di bulan ketiga penanggalan lunar (Imlek) atau tanggal 4 atau 5 April penanggalan Masehi. Pada saat itulah cuaca dianggap paling cerah dan terang, sehingga disebut dengan istilah “qing ming“.

Saat cuaca cerah dan terang itulah masyarakat Tionghoa kuno di Tiongkok, khususnya Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang (685-762) yang mendorong perayaan Qingming, menganggap sebagai waktu yang tepat untuk mengenang dan menghormati mendiang orang tua atau leluhur.

Salah satu cara mengenang dan menghormati leluhur yang menjadi tradisi yaitu dengan mengunjungi makam leluhur (ziarah kubur) dan membersihkannya. Cuaca yang cerah dan terang mempermudah seseorang untuk membersihkan pusara leluhur mereka.

Sejak saat itulah Qingming atau Cheng Beng kemudian dikenal dengan perayaan atau Festival Bersih Terang atau Festival Ziarah Kubur atau Membersihkan Kubur.

Tradisi ziarah kubur untuk mengenang dan menghormati leluhur yang ditambah dan diselimuti dengan bentuk kepercayaan setempat (non-Buddhis) menjadikan Cheng Beng seperti yang dirayakan saat ini.

Di zaman modern ini, bagi sebagian masyarakat Tionghoa dan peranakannya, tradisi ziarah kubur menjadi hal yang dapat dikesampingkan dengan tanpa menghilangkan makna menghormati dan mengenang leluhur, yaitu dengan cukup melaksanakan persembahyangan dengan tetap diselimuti oleh kepercayaan rakyat Tiongkok (non-Buddhis).

Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, makna inti dari Hari Cheng Beng tidak lain dan tidak bukan adalah mengenang dan menghormati mendiang orang tua atau leluhur.

Mempersembahkan makanan kesukaan mendiang, membakar baju dan uang kertas, dan sejenisnya yang ada dalam perayaan Cheng Beng hanyalah cara-cara menghormati yang berasal dari kepercayaan setempat yang menjadi kebiasaan (tradisi).

Lalu, bolehkah umat Buddha khususnya etnis Tionghoa merayakan Cheng Beng?

Berdasarkan pemahaman pada makna inti dari perayaan Cheng Beng yaitu mengenang dan menghormati mendiang orang tua atau leluhur, umat Buddha jelas boleh merayakan Cheng Beng.

Mengenang dan menghormati mendiang orang tua atau leluhur juga diajarkan dalam Agama Buddha yang terlihat dan terkandung dalam perayaan Hari Ullamabana dan praktik pelimpahan jasa (Pali: pattidana).

Yang perlu ditekankan adalah perlunya umat Buddha memiliki pemahaman yang benar (yaitu makna intinya) dan melakukan penyesuaian dengan ajaran Agama Buddha dalam merayakan Cheng Beng.

Umat Buddha dapat menggantikan cara-cara non-Buddhis yang ada dalam perayaan Cheng Beng dengan cara-cara Buddhis dalam mengenang dan menghormati mendiang orang tua atau pun leluhur.

Umat Buddha masih tetap boleh dan dapat berziarah kubur dan membersihkan makam leluhur sebagai cara mengenang dan menghormati leluhur.

Umat Buddha juga boleh memberikan persembahan kepada mendiang leluhur dengan catatan dilakukan berdasarkan pemahaman yang benar, yaitu menyadari hal ini adalah hanya satu bentuk penghormatan, dan memahami bahwa makhluk-makhluk yang terlahir kembali di alam tertentu saja dapat menerima dan menikmati persembahan tersebut.

Tetapi daripada membeli baju, uang, atau properti dari kertas lainnya untuk dibakar dan menimbulkan polusi, jauh lebih baik dan bermanfaat jika mendanakan sesuatu kepada mereka yang membutuhkannya seperti kepada panti asuhan, panti wreda, atau pembangunan vihara.

Dan di antara  persembahan untuk mengenang dan menghormati leluhur, yang terbaik dan terunggul adalah memberikan persembahan kepada Sangha (komunitas para bhikkhu/bhiksu) dalam bentuk praktik pelimpahan jasa.[Bhagavant, 28/3/17, Sum]

Kamis, 09 Juni 2016

Melatih Diri 07



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Melatih Diri  07


Pertanyaan :


Bagaimana caranya agar tidak mengalami kemunduran batin? Adakah cara yang trampil?


Master Chin Kung Menjawab :


Cara yang trampil ada di dalam sutra, hari ini kita menuruti dua sutra yang paling penting, yakni Sutra Usia Tanpa Batas dan Amitabha Sutra. Mengapa bisa mengalami kemunduran batin? Ketrampilan melatih diri yang segelintir ini tidak mampu melampaui tabiat diri, kekotoran batin dan tabiat kita, serta rintangan karma lebih berat.


Inilah keadaan manusia pada umumnya, para Buddha dan Bodhisattva saat masih menjadi praktisi pemula juga tidak berbeda, juga serupa demikian. Tetapi anda harus memiliki keteguhan hati, kemauan keras, harus melihat segala jalinan jodoh di dunia ini dengan hambar, baik itu adalah manusia, masalah, benda, harus dipandang dengan hambar; jika setahun demi setahun makin hambar, maka kita akan mengalami kemajuan.


Meskipun anda setiap hari membaca sutra dan melafal Amituofo dengan sangat tekun, tetapi terhadap jalinan jodoh di dunia ini masih begitu membeda-bedakan, melekat, maka ini tidak memiliki ketrampilan sama sekali. Mendengar ceramah, melafal Amituofo hanya sia-sia belaka, hanya menjalin sedikit jodoh dengan Buddha Dharma, dalam kehidupan ini tidak memperoleh manfaat. Keadaan demikian, selama kita berputar di roda samsara juga serupa halnya. Jika pada kelahiran lampau ketrampilan melatih diri sudah berhasil, maka sejak awal anda sudah terlahir ke Alam Sukhavati, bagaimana mungkin datang kembali ke sini? Masa kehidupan lampau sudah melakukan kesalahan, maka kali ini jangan lagi melakukannya.  


Seorang praktisi sejati, takkan melakukan perhitungan dengan orang lain. Melihat orang lain berbuat baik, maka segera melakukan introspeksi diri, apakah saya juga memiliki kebajikan seperti dia? Jika ada maka pertahankan, takkan mundur; jika tidak ada maka segera meneladaninya. Sebaliknya melihat orang lain berbuat jahat, maka lihatlah apakah kekurangannya juga dimiliki diri sendiri? Jika ada maka segera memperbaikinya; jika tidak ada, maka harus mawas diri agar jangan sampai memiliki niat dan tindakan jahat seperti dirinya.


Maka itu orang baik atau jahat, kondisi suka atau duka, terhadap seorang praktisi hal itu tetap memberikan manfaat baginya; orang baik dan jahat adalah guru kita, kondisi menyenangkan atau tidak menyenangkan juga adalah tempat pelatihan diri (vihara). Insan yang paham tentang melatih diri akan menganggap semua orang adalah Buddha dan Bodhisattva, yang belum tentu mengajari saya dengan memerankan tokoh yang baik, namun terkadang juga berperan sebagai tokoh antagonis untuk mengajariku.


Jika anda bisa belajar maka setiap hari akan mengalami kemajuan. Insan yang benar-benar mau belajar takkan ada rintangan. Jika anda tidak bisa memutar kondisi, maka akan diputar kondisi, maka sulit untuk berhasil.




問:請問如何保持真心長久不退?有無巧妙的方法?


答:巧妙的方法都在經典裡面,我們今天所依據的兩部最重要的經典,就是《無量壽經》、《阿彌陀經》。為什麼會退轉?自己修行的這一點功夫敵不過習氣,我們的煩惱習氣、業障太重。這是人之常情,諸佛菩薩在初學的時候也不例外,也是這種情形。但是你要有恆心,要有毅力,要把這個世間一切的緣都看淡,無論是人、事、物,都要看淡;若一年比一年淡薄,那我們就有進步。雖然你每天誦經念佛很用功,但對世緣還是看得那麼重,還是那樣分別、執著,那就毫無功夫。聽經、念佛是白費勁了,只是跟佛法結一點緣而已,這一生不得受用。這樣的情形,我們生生世世都如是。如果過去生中修學功夫得力,你早就往生,怎麼還會跑到這兒來?過去錯了,希望這一次不要再錯過了,這個很重要。


  真學佛人,決定不與人計較。根據經論的善惡標準,看到別人善,很好;不善,也好。跟一切人接觸,人家善的、好的,想想自己有沒有?若有,應當保持、不退失;若沒有,就要趕快學習。見到人家不善,看看他那個不善我有沒有?有,就要改過自新;沒有,就要勉勵自己,不要有這種惡念頭、惡行為,這就對了。所以,善人惡人、順境逆境,對修行人來講都有好處,沒有壞處;善人惡人都是老師,順境逆境都是道場。會修行的人,所有的人都是佛菩薩,他不是在正面教我,就是在反面教我。你若會學,天天都會有進步。真正會學的人,真正肯學的人,沒有障礙。你要是不能夠轉環境,就會被環境所轉,被環境所轉就很難有成就。21-246-0001



Sumber :
Mustika Sukhavati 

Melatih Diri 06



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Melatih Diri  06


Pertanyaan :


Usiaku telah lanjut, terhadap Ajaran Buddha sulit untuk memahaminya, saat mendengar ceramah juga mudah tertidur, melatih diri terasa lamban, apakah saya boleh menggunakan keseluruhan waktu sehari untuk membaca sutra dan melafal Amituofo?


Master Chin Kung Menjawab :


Asalkan anda melakukannya dengan serius, melepaskan khayalan, perbedaan dan kemelekatan, maka kebijaksanaan perlahan akan terbuka. Kerisauan akan berkurang, kebijaksanaan akan berkembang, kerisauan dan kebijaksanaan adalah satu dan bukan terpisah. Saat kebijaksanaan ringan maka kerisauan akan tumbuh, ibarat terang dan gelap adalah satu tubuh.


Maka itu Buddha mengatakan bahwa klesa (kekotoran pikiran) itu adalah KeBodhian (pencerahan), dia adalah satu tubuh dua sisi; asalkan kita bisa melepaskan kerisauan, maka kebijaksanaan akan muncul dengan sendirinya. Bahkan hasilnya tak terbayangkan, tubuh juga akan lebih sehat, telinga dan mata juga akan lebih jelas.


Andaikata anda dapat melepaskan semua urusan, ini adalah pahala yang besar, menikmati hidup tanpa beban adalah pahala terbesar di dunia ini. Saya selalu berkata, saya (Master Chin Kung) adalah insan yang memiliki pahala yang besar. Mengapa demikian? Di dalam pikiranku tidak ada urusan rumit, saya tidak mengurus orang, tidak mengurus masalah, juga tidak mengurus uang, tidak memiliki kerisauan dan kekhawatiran, ini adalah pahala besar yang sesungguhnya.


Orang yang memiliki urusan itu sangat menderita, contohnya raja, presiden harus mengurus banyak permasalahan, tidak usah bahas yang lain, setiap hari saja harus menemui tamu, setiap hari harus bersalaman, ini sudah cukup capek. Hal sedemikian, meskipun mengundangku melakukannya, saya juga takkan sudi.




問:末學年事已高,對佛理很難理解,聽經時昏沈,修持進步慢,請問可否全日誦經、念佛?


答:你只要認真去做,把妄想、分別、執著放下,智慧慢慢就開了。煩惱輕,智慧長,煩惱與智慧是一不是二。智慧輕,煩惱就長,如明與暗是一體的。所以,佛說煩惱即菩提,它是一體的兩面;我們只要把煩惱放下,智慧自然就增長。而且效驗也不可思議,身體變好,耳目聰敏。你能把一切事情放下,這是大福報,享清福是世出世間第一等的福報。我常講,我是世界上最有福報的人。為什麼?我心裡沒事,不管人、不管事、不管錢,無牽掛、無憂慮,方是真正的福報。管事的人很辛苦,像帝王、總統要管很多事情,不說別的,天天要見客人,天天跟人家握手,就很累了。這種事情,請我去做,我都不去。21-242-0001


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Melatih Diri 05



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Melatih Diri  05


Pertanyaan :


Penglihatan mulai melemah, pendengaran juga sudah mulai mengalami kemunduran, lansiatidak sanggup rutin membaca sutra, mendengar ceramah Dharma, setiap kali dalam kebaktian saat hadirin melantunkan “Gatha Nasehat Dari Bodhisattva Samantabhadra”, hatiku merasa sedih, betapa terasa sangat waktu amat mendesak. Jika dengan hati seimbang mengikuti kebaktian pagi dan sore, sisa waktu yang ada digunakan untuk melakukan namaskara pada Buddha, melafal Amituofo sebagai kegiatan utama, apakah dengan melatih diri sedemikian saya bisa terlahir ke Alam Sukhavati?


Master Chin Kung Menjawab :


Tentu saja memiliki harapan! Seorang lansia, kemampuan penglihatan dan pendengaran sudah berkurang, maka boleh tidak mendengar ceramah Dharma dan membaca sutra, hanya menfokuskan diri melafal Amituofo dan melakukan namaskara, begini sudah cukup bagus. Memusatkan perhatian pada Buddha, pasti dapat terlahir ke Alam Sukhavati.




問:視力弱、聽力差、年紀大的人,無法正常誦經、聽經,每當大家唱警眾偈時,內心不免難過,心急如焚。若以平常心參加早晚課誦,其他時間均以拜佛、念佛為主,請問如此行持是否往生有望?


答:肯定有希望!年歲大的人,眼睛不好,聽力差,可以不聽經、不看經,只要專心念佛、拜佛就好。一心向佛,決定得生。21-242-0001


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Melatih Diri 04



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Melatih Diri  04


Pertanyaan :


Bagaimana caranya agar tidak mengalami kemunduran batin?


Master Chin Kung Menjawab :


Sejak jaman dulu hingga sekarang, dalam melatih diri jika maju-mundur terus, maka sulit untuk berhasil. Bagaimana caranya agar tidak mengalami kemunduran batin? Jika dikategorikan maka ada dua, yakni : “yang pertama adalah “pada masa kehidupan yang lampau menimbun akar kebajikan, berkah kebajikan, dan jalinan jodoh yang mendalam dan tebal”, orang seperti ini jika mempelajari pintu Dharma pelafalan Amituofo, pasti terlahir ke Alam Sukhavati mencapai KeBuddhaan.


Yang kedua adalah “memahami dengan jelas ajaran sutra, yakin secara mendalam tanpa keraguan”, memahami apa yang disebut keinginan untuk memiliki dan takut kehilangan, juga dapat menjaga agar tidak mengalami kemunduran batin, dalam satu kehidupan ini pasti berhasil.


Jika sebaliknya kita selalu saja mundur, ini menunjukkan bahwa akar kebajikan, berkah kebajikan, jalinan jodoh yang tidak cukup mendalam dan tebal. Namun kita dapat terlahir sebagai manusia dan mendengar Dharma murni, memiliki jodoh mengenal Pintu Dharma Ajaran Sukhavati, dan yang paling sulit ditemukan adalah bisa mengenal Sutra Usia Tanpa Batas yang dihimpun oleh Upasaka Xia Lian-ju, jalinan jodoh ini sungguh luar biasa.


Bagaimana cara untuk menambal akar kebajikan dan berkah kebajikan yang masa lampau yang tidak mencukupi? Membaca sutra dan mendengar ceramah Dharma. Pelajar jaman dulu sering berkata : “Tiga hari tidak membaca buku karya insan suci dan bijak, maka tabiat pun bermunculan”,  ini berarti bahwa jika tiga hari tidak menerima ajaran orang suci dan bijak, maka kerisauan dan tabiat segera bermunculan, mengalami kemunduran batin.


Seorang praktisi jika tiga hari tidak membaca sutra, tidak mendengar ceramah Dharma, maka kekotoran batin dan tabiat pun segera bermunculan, maka itu dapat dilihat bahwa membaca sutra dan mendengar ceramah Dharma itu sangat penting. Tetapi saat kini anggota Sangha yang berceramah sudah semakin sedikit, ini juga merupakan salah satu motivasi mengapa kami berusaha mendidik lebih banyak para penceramah muda, agar mereka dapat melanjutkan karir Buddha, menyebarkan Dharma memberi manfaat kepada para makhluk.


Kini kami menggunakan kemajuan tehnologi untuk menyiarkan ceramah Dharma di internet, semua orang dapat menyaksikannya. Selain itu, setiap kali kami berceramah, akan direkam dalam DVD dan disebarluaskan. Para praktisi sekalian dapat mengulang mendengarnya, setelah banyak mendengarnya maka akan tercerahkan. Setelah tercerahkan maka takkan mundur lagi.


Ini adalah menggunakan cara mendengar ceramah Dharma untuk menambal akar kebajikan dan berkah kebajikan masa kelahiran lampau yang tidak mencukupi, membantu kita agar tidak mengalami kemunduran batin, tekun berusaha maju tanpa gentar; membantu kita melepaskan kemelekatan, melatih diri dengan terfokus dan menyebarkan Dharma juga dengan terfokus. Dengan sikap yang baik melatih diri, adalah dasar untuk memperoleh ketrampilan melatih diri. Dapat mempertahankan landasan ini, tiada henti menekunkan diri, maka ketrampilan melatih diri pasti akan maju terus.




問:請問道心如何保持不退轉?


答:自古至今,保持道心不退轉的,一生決定成就;道心進進退退的,就很難成就。如何才能保持不退?歸納起來不外乎兩種因素:第一是「過去生中修積的善根、福德、因緣深厚」,這種人若接觸念佛法門,決定往生作佛。第二是「對於教理透徹,深信不疑」,明瞭利害得失,也能不退道心,這一生也決定成就。我們常常退道心,這就說明我們的善根、福德、因緣不夠深厚。但是我們能得人身、聞正法,有機緣聽到淨土法門,更難得的是能遇到夏蓮居老居士的《無量壽經》會集本,此因緣也很殊勝。


如何彌補過去生中修積的善根、福德之不足?讀經、聽教。古代讀書人常說:「三天不讀聖賢書,面目全非」,這就是說三天不接受聖賢人教誨,煩惱習氣都起現行,這就退轉了。學佛者三天不讀經、不聽經,煩惱習氣決定起現行,可見讀經、聽經之重要。但現在講經法師太少了,這也是我們全心全力積極培訓年輕法師之目的所在,希望他們能續佛慧命,弘法利生。


  現在我們利用高科技,將講經傳播到網路上,大家都能看得到。此外,每堂講經都有光碟大量流通。大家有時間可以反覆聽,聽多了就會開悟。到真正覺悟,就不會退心了。這是用經教來彌補過去生中善根、福德之不足,幫助我們不退轉,勇猛精進;幫助我們放下萬緣,專修專弘。有良好的修學心態,是功夫得力之基礎。能夠保持這個基礎,不斷精進,功夫一定會向上提升。20-014-0323


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Melatih Diri 03



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Melatih Diri  03


Pertanyaan :


Praktisi yang melatihPratyutpanna Samadhi dapat melihat para Buddha di sepuluh penjuru berdiri di hadapannya, apakah ini yang disebut dengan bunga bermekar bertemu Buddha?


Master Chin Kung Menjawab :


Bertemu Buddha, ada yang benar-benar bertemu Buddha, namun juga ada Mara yang menyamar jadi Buddha. Darimana bisa membedakannya? Dari dalam hatimu sendiri. Setelah hatimu benar-benar telah suci, tak ternodakan, maka akan bertemu Buddha asli. Bertemu dengan Buddha asli juga tak perlu merasa kegirangan, begitu muncul rasa senang, maka Buddha adalah Mara, dia telah merusak kesucian hatimu.


Tujuan dari praktisi pelafal Amituofo adalah “pikiran terfokus tak tergoyahkan”, dia muncul untuk merusak pikiran terfokusmu, karena pikiranmu telah goyah. Begitu anda jadi kegirangan maka akan memberitahu orang lain : “Hari ini saya telah bertemu Buddha, lalu Buddha bagaimana-bagaimana……..”, maka itu anda sesungguhnya bertemu dengan Mara, bukan bertemu Buddha.


Di dalam Surangama Sutra tertera bahwa : “Meskipun melihat kondisi batin Buddha juga jangan dipedulikan, maka ini adalah kondisi batin yang bagus; jika sebaliknya malah melekat, begitu timbul kegirangan, maka kondisi batin ini adalah kondisi batin Mara”. Maka itu apakah itu adalah Buddha atau Mara tidak berada di luar, namun di dalam hati sendiri.


Seharusnya kala diri sendiri melihatnya, seharusnya menganggap tidak melihatnya, hati tetap suci, seimbang dan tercerahkan, takkan terpengaruh oleh kondisi luar, ini adalah kondisi batin Buddha. Meskipun melihat Mara, makhluk halus jahat yang menyeramkan, hatimu juga takkan goyah, seolah-olah tidak ada yang terjadi, rupa yang menyeramkan itu juga adalah Buddha.


Maka itu, hal yang membuatmu kegirangan atau mengeluh, maka kekotoran pikiranmu sudah digantungnya, inilah yang disebut kondisi batin Mara. Sebaliknya jika anda tidak timbul kerisauan, hatimu suci dan seimbang, kondisi batin apapun yang muncul adalah kondisi batin Buddha.


Jika sudah memahami prinsip ini, ketika anda membuka mata dan melihat banyak orang, anda merasa benci, maka muncullah kondisi batin Mara; jika anda melihatnya dan merasa sukacita, maka muncul juga kondisi batin Mara. Melihat semua kondisi batin dan hati tak tergoyahkan, maka pastikan takkan ada khayalan, perbedaan dan kemelekatan, takkan melekat pada “anggapan adanya aku, manusia, makhluk lain, dan kehidupan ini”.   


Maka itu, melatih diri itu ada dimana? Yakni melatih hati dalam menghadapi masalah dan kondisi batin yang muncul, tanpa kondisi batin ke mana kita harus melatih diri? Seorang praktisi pergi ke mall jalan-jalan, ini juga melatih diri, di mall banyak tersedia produk-produk yang menarik hati, semuanya boleh dilihat dan diketahui, ini juga adalah kebijaksanaan. Setelah melihatnya bagaimana? Tak tergoyahkan, takkan ada niat pikiran “barang ini bagus ya, saya juga ingin memilikinya”. Samadhi adalah tidak timbul niat pikiran, tidak membeda-bedakan, ini adalah samadhi mendalam; “prajna(kebijaksanaan)” adalah melihat dengan jelas dan memahaminya. Samadhi dan prajna dipelajari dan aktivitas keseharian, mengenakan pakaian dan makan nasi, setiap aktivitas keseharian sekecil apapun adalah sila, samadhi dan prajna.


Maka itu bertemu Buddha, seharusnya bersikap melihat seperti tidak melihat, tak perlu bilang ke orang lain. Pada jaman dulu guru sesepuh Aliran Sukhavati yang pertama Master Hui Yuan, tiga kali melihat Alam Sukhavati, tidak pernah mengatakannya pada orang lain. Hingga saat menjelang ajal, pemandangan Alam Sukhavati muncul kembali, saat itu barulah memberitahu para hadirin : “Pemandangan Alam Sukhavati telah pernah muncul tiga kali, sekarang muncul lagi, saya akan pergi”.


Ketika ada orang yang bertanya padanya bagaimana rupa panorama Alam Sukhavati, beliau menjawab : “Serupa dengan yang tercantum dalam Sutra Usia Tanpa Batas”. Pada jaman Master Hui Yuan, sutra yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin masih sangat sedikit, hanya ada Sutra Usia Tanpa Batas, sedangkan Amitabha Sutra dan Amitayurdhyana Sutra masih belum diterjemahkan, maka itu pada jaman tersebut mereka mengandalkan Sutra Usia Tanpa Batas. Maka itu jika belum sampai saat menjelang ajal, tidak perlu mengatakannya pada orang lain.


Kemudian guru sesepuh dan para praktisi senior memberitahu kita bahwa andaikata kita memiliki kondisi batin maka boleh diberitahu kepada guru kita, memohon pada guru untuk memberi pengesahan, tetapi tidak boleh sembarangan  dibilang ke orang lain. Mengapa demikian? Saat anda memiliki niat pikiran ingin mengatakannya pada orang lain, hatimu telah tercemar. Jika dapat melihat semua kondisi batin serupa tidak melihatnya, hatimu mengetahuinya namun takkan meninggalkan jejak di hati, ini adalah ketrampilan melatih diri yang tinggi!


 


問:修般舟三昧見到十方佛站在前面,請問是否花開見佛之意?


答:見佛,有真的見到佛,也有魔變現的佛。從什麼地方辨別?從你自己心裡辨別。心裡辨別也有程度上的差別,自己心真正到清淨,一切不染著,會見到真佛。見到真佛也不必生歡喜心,一生歡喜心,那個佛就是魔,他把你的清淨心破壞了。我們念佛人的目標是「一心不亂」,他來就把你的一心破壞了,因為你的心亂了。你一歡喜就告訴人:「我今天見到佛,佛如何…」,所以你是見到魔,不是見到佛。《楞嚴經》講:「見到佛的境界也不要理會,就是好境界;如果一著相,一生歡喜,這個境界就是魔境界。」因此,是佛、是魔不在外面,而是自己的心,自己見到了,心還是跟沒有見到一樣,依舊是清淨平等覺,沒有受外境干擾,這是佛境界。縱然見到魔,見到妖魔鬼怪、青面獠牙,你心裡還是如如不動,若無其事,那個青面獠牙也是佛。所以,只要讓你起歡喜心或者起怨恨心,你的煩惱被他勾起來了,這就是魔境界。反之,你不生煩惱,心地清淨平等,什麼境界都是佛境界。


懂得此原則,你睜開眼睛看到許多人,你看到會討厭,魔境界就現前了;你看到就歡喜,魔境界也現前了。看到所有境界,心不動,就是決定沒有妄想、分別、執著,決定不執著「我相、人相、眾生相、壽者相」。更深一步,是連這個念頭都沒有,那就是「我見、人見、眾生見、壽者見」都沒有,你的功夫成就了。


因此,真正修行在哪裡?就在境界上歷事鍊心,離開境界到何處去修?修行人到市場去觀摩,觀摩是修行,那個產品日新月異,樣樣看清楚,樣樣都懂,這是智慧。看了怎麼樣?如如不動,決定沒有「這個東西很好,我想得到一個」的這種念頭。「定」就是不起心、不動念、不分別、不執著,這是甚深禪定;「慧」是樣樣清楚、樣樣明白。定慧等學都在生活當中,穿衣吃飯點點滴滴都是戒定慧三學。


所以,見到佛,應當要保持見如不見,不必跟人家說。從前淨土宗初祖慧遠大師三次見到西方極樂世界,從未跟人提過一個字。他到往生的時候,西方極樂世界現象又現前了,這時才告訴大家:「西方極樂世界以前見過三次,現在又現前了,我要去了。」人家問他見到的境界相,他說:「跟《無量壽經》講的完全一樣。」慧遠大師那個時代,經典翻譯得很少,只有《無量壽經》翻譯出來,《阿彌陀經》跟《觀無量壽佛經》都還沒有翻成中文,所以最初他們依靠的就是《無量壽經》。因此,不是到自己臨走,就不需要跟人講。


  以後祖師大德們告訴我們,如果我們有境界可以跟自己的老師講,請老師印證,但不能隨便跟別人講。為什麼?你有想跟別人講的這個念頭,心裡就已經被污染了。能看到一切境界就像沒有看到一樣,事情都知道,心裡不落印象,這個功夫高!十二因緣講「愛、取、有」,「有」斷了,就是不落印象,這是最高的功夫。21-090-0090


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Melatih Diri 02



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Melatih Diri  02


Pertanyaan :


Mendengar kaset ceramah atau membaca buku Dharma lebih banyak daripada waktu melafal Amituofo, apakah ini dapat membantu diri sendiri meningkatkan pelatihan diri?


Master Chin Kung Menjawab :


Bisa. Bodhisattva Mahasthamaprapta mengatakan bahwa mengingat dan melafal Amituofo, saat kini atau kelak, pasti bertemu Buddha”. Anda banyak membaca buku Dharma dan mendengar kaset ceramah, ini akan menguatkan ingatan, ini juga termasuk mengingat Buddha. Ditambah lagi melafal Amituofo, maka ini seperti yang dikatakan sesepuh sebagai “teori dan pengamalan dapat sejalan”.



問:聽講經帶子或看講經書籍的時間多於念佛,請問是否能幫助自己提高修行?


答:可以的。大勢至菩薩云:「憶佛念佛,現前當來,必定見佛。」你多看書、多看錄相帶,加深自己的印象,這是屬於憶佛。再加上念佛,就是古人講的「解行並重」。21-090-0088


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Melatih Diri 01



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Melatih Diri  01


Pertanyaan :


Saya mengambil Bodhisattva Sila secara membabi buta, akhirnya baru disadari saya tidak sanggup menjalankannya, kemudian meneladani Master Ou Yi di hadapan rupang Buddha membatalkan sila, terlebih dulu menjalankan Lima Sila, setelah pelatihan diri mengalami kemajuan, barulah mengulang mengambil Bodhisattva Sila lagi, apakah tindakan saya ini benar?

  

Master Chin Kung Menjawab :


Benar. Guru sesepuh jaman dulu telah memberikan contoh kepada kita, terlebih dulu mengamalkan Lima Sila dan Sepuluh Kebajikan, begini sudah bagus.



問:盲目受了菩薩戒後卻不能受持,學蕅益大師在佛前退戒,先持五戒,等以後境界提升時再重受菩薩戒,請問這樣做是否如法?


答:如法。古來祖師大德有例子,先學五戒十善,這就好。21-090-0086


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Rabu, 08 Juni 2016

Puja 08



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Puja 08


Pertanyaan :


Apakah umat berkeluarga dalam memberi persembahan pada rupang Buddha boleh melewati tengah hari?


Master Chin Kung Menjawab :


Baik umat berkeluarga maupun anggota Sangha, dalam memberi persembahan pada rupang Buddha tidak boleh melewati tengah hari, ini adalah sopan santun. Buddha tidak mengkonsumsi makanan setelah lewat tengah hari, jika lewat tengah hari baru memberi persembahan pada Buddha, ini tidak sopan.



問: 請問在家居士供佛可以過午嗎?


答:不論是在家、出家,供佛都不可以過午,這是禮貌。佛是過午不食,過午供養佛,這沒禮貌。21-268-0001


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Puja 07



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Puja 07


Pertanyaan :


Saya mengoleksi beberapa puluh rupang Buddha, berukuran besar dan kecil, sekarang tidak ada tempat menaruhnya, bagaimana sebaiknya?


Master Chin Kung Menjawab :


Belajar Ajaran Buddha harus menfokuskan diri pada satu pintu Dharma, melatihnya berkesinambungan dalam kurun waktu panjang. Vihara Master Yin Guang terletak di Suzhou, Gunung Lingyan, beliau menyepikan diri di sebuah kamar dan di dalamnya hanya ada satu rupang Buddha Amitabha, sebuah tempat dupa, dan segelas air persembahan, di belakang rupang Buddha terdapat sebuah tulisan “mati” yang ditulisnya sendiri, begitu sederhana.


Maka itu saya menganjurkan padamu agar menyisakan rupang “Tiga Suciwan Alam Sukhavati” untuk dipuja, rupang Buddha lainnya diantar ke vihara saja. Pelajari satu pintu Dharma saja, membaca sutra juga satu macam saja, melafal nama Buddha juga cukup satu macam saja, memuja rupang Buddha juga cukup satu macam saja, begini baru benar, hatimu juga akan terfokus.




問: 我請的幾十尊大小佛像,現在沒地方寄放,不知怎麼處理。


答:學佛要一門深入,長時薰修。印光祖師的道場在蘇州靈巖山,他關房的小佛堂一點點大,只供一尊阿彌陀佛,一個香爐,一杯供水,佛像後面老人家自己寫了一個「死」字,簡簡單單。所以我建議你西方三聖留著供養,其他佛像送給寺院、道場。法門學一個,經念一本,佛念一個佛號,供養佛像也是一尊,這樣就很如法,你的心是定的。21-267-0001


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Puja 06



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Puja 06


Pertanyaan :


Apakah air persembahan di altar Buddha harus diganti setiap hari? Apakah boleh menutupnya dengan kaca?


Master Chin Kung Menjawab :


Harus menggantinya setiap hari dengan yang bersih. Air merupakan persembahan yang paling penting, melambangkan pikiran yang suci dan seimbang. Perhatikan judul lengkap dari Sutra Usia Tanpa Batas yakni “suci, seimbang, tercerahkan”, hati suci dan seimbang baru bisa tercerahkan.


Segelas air ini adalah untuk dilihat dirimu, lihatlah permukaan air yang rata, jernih, tidak bernoda, ini adalah kesucian; permukaan air merata, ini mewakili hati yang seimbang.


Ini memberitahu padamu bahwa Hati Buddha dan Bodhisattva adalah suci dan seimbang, hati kita harus serupa dengan Buddha dan Bodhisattva. Maka itu persembahan air bukanlah untuk diminum Buddha dan Bodhisattva, tetapi adalah petunjuk bagi kita, ini termasuk pendidikan.



問: 請問佛前清水是否要天天換?用玻璃蓋住如法嗎?


答:要天天換乾淨的。水是最重要的供養具,它表清淨心、平等心,在《無量壽經》的經題,「清淨平等覺」,心地清淨、平等就會開悟。這杯水是叫你看的,你看水平靜、乾淨,沒有染污,這是清淨;水面是平的,平代表平等。這就是告訴你佛菩薩的心清淨、平等,我們的心要跟佛菩薩一樣。所以水不是給佛菩薩喝的,是給我們啟示的,都是屬於教學。21-269-0001


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Puja 05



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Puja 05


Pertanyaan :


Murid berniat membangun cetya untuk melafal Amituofo. Tetapi belakangan ini mendengar ceramah guru, barulah memahami betapa pentingnya pendidikan itu, maka itu saya mengubah niatku yang semula ingin mendirikan cetya, menjadi mendirikan sebuah sekolah kecil di tempat terpencil, untuk membantu agar anak-anak agar dapat mengecap pendidikan, apakah tindakan saya ini benar?


Master Chin Kung Menjawab :


Benar, sangat bagus. Di tempat terpencil, di dalam sekolah juga boleh melafal Amituofo. Di tempat terpencil jika ada satu atau dua ruang kelas, digunakan untuk penduduk di sana agar mereka juga bisa ikut melafal Amituofo, membaca sutra, ini ada manfaatnya.



問: 弟子發願想建小念佛堂。但近年聽老法師講經,才明白到佛教最重教育,所以把小念佛堂的心願,轉為在中國偏遠山區建一間小學校,幫助有需要的小朋友讀書,請問這樣改變如法嗎?


答:如法,很好。偏遠地區,學校裡頭也可以念佛。偏遠地區如果有一間教室,兩間教室,提供當地人民到裡面去念念佛,去讀讀經,都有好處。21-289-0001


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Puja 04



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Puja 04


Pertanyaan :


Air pemujaan di altar Buddha, sebaiknya menggunakan air mineral atau air yang sudah direbus?


Master Chin Kung Menjawab :


Air pemujaan tidak harus direbus terlebih dulu, juga tidak harus memakai air mineral, asalkan airnya bersih, asalkan tidak tercampur dengan noda. Hati Buddha bagaikan air yang jernih, seimbang.  Kita mempersembahkan air bukan untuk diminum Buddha, tetapi adalah untuk mengingatkan diri sendiri kala melihat persembahan air, maka harus berpikir bahwa hatiku harus serupa dengan Buddha begitu jernihnya, seimbang, inilah maknanya.




問: 供佛的水,請問要用礦泉水還是開水較適宜?


答:供水不一定要用開水,也不一定要用礦泉水,只要水乾淨,沒有雜質就好。佛的心像水一樣乾淨、平等。我們供水不是要給佛喝的,是要提醒自己看到供水,就要想我的心也要像佛心一樣清淨、平等,取這個意思。21-242-0001


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Puja 03



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Puja 03


Pertanyaan :


Berapa tinggi ukuran altar Buddha di rumah agar memenuhi standar?


Master Chin Kung Menjawab :


Saya tidak pernah mendengar bahwa tinggi altar Buddha juga ada standarnya, Buddha tidak memiliki perbedaan, menuruti kehendak para makhluk, bersukacita atas kebajikan yang dilakukan makhluk lain, memperoleh kebebasan besar. Asalkan anda suka, maka Buddha pun bersukacita, maka itu tidak ada ukuran standar yang tepat.



問: 請問家中供佛的桌子要多高才符合標準?


答:我沒聽說供佛的桌子高度、尺寸有標準的,佛沒有成見,恆順眾生、隨喜功德,得大自在。只要你喜歡,佛就喜歡,所以沒有一定的標準。21-242-0001


Sumber :
Mustika Sukhavati 

Puja 02



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Puja 02


Pertanyaan :


Murid telah mengambil Visudhi Trisarana, sejak dulu di rumah ada memuja Dewa Bumi dan Dewi Mazu, bagaimana sebaiknya?


Master Chin Kung Menjawab :


Dua rupang Dewa dan Dewi ini boleh diletakkan di sisi kanan dan kiri rupang Buddha. Mereka adalah Dewa Pelindung Dharma, mereka akan bersama-sama dirimu belajar Ajaran Buddha, anda boleh mewakili mereka mengambil Visudhi Trisarana, mereka juga adalah murid Buddha, melatih diri bersama-sama, sangat bagus!




問: 弟子已皈依三寶,家中原供奉的土地公與媽祖,請問應如何處理?


答:這兩尊神放在佛像的兩旁。他們是護法神,他們跟你一起學佛,你替他們做三皈依,他們也是佛門弟子,與你共修,很好!21-117-0001



Sumber :
Mustika Sukhavati

Puja 01



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Puja 01


Pertanyaan :


Di rumah kami memuja banyak rupang Buddha dan Dewa, sekarang terpikir ingin memuja rupang “Tiga Suciwan Alam Sukhavati”. Bagaimana sebaiknya?


Master Chin Kung Menjawab :


Benar! Melafal Amituofo di rumah hanya memuja rupang “Tiga Suciwan Alam Sukhavati”, Buddha Amitabha, Bodhisattva Avalokitesvara dan Bodhisattva Mahasthamaprapta. Rupang Buddha yang lain sebaiknya diantar ke vihara Agama Buddha dan patung Dewa yang anda sembah boleh diantar ke kelenteng aliran Tao. Pikiran anda harus terfokus, melepaskan semua kebiasaan anda waktu dulu belajar aliran luar, memusatkan perhatian belajar Ajaran Buddha.



問:家裡供養許多佛像與神像,現想供養西方三聖。請問是否可以,又如何處理?


答:對!在家裡念佛只供養西方三聖,阿彌陀佛、觀世音菩薩、大勢至菩薩。其他的佛像最好請到佛教的寺廟,而你供養的神像可以請到道教的寺廟。你的心要專,把過去所學習外道的習氣要統統放下,一心學佛。21-090-0086


Sumber :
Mustika Sukhavati

Belajar Meneladani Ajaran Buddha 72



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Belajar Meneladani Ajaran Buddha 72


Pertanyaan :


Seringkali ada yang mengundangku membaca Sutra Ksitigarbha atau “Pembacaan Amitabha Sutra Berkesinambungan Selama Tiga Sesi”, mengadakan kebaktian-kebaktian, apakah ini diperbolehkan?


Master Chin Kung Menjawab :


Ini adalah menjalin jodoh, boleh, ini hal baik. Saat jatuh sakit, pasien perlu ada yang datang menenangkan hatinya, saat menjelang ajal juga memerlukan bantuan. Zhu Nian (membantu orang lain melafal Amituofo), kita melakukan dengan penuh ketulusan, tanpa syarat membantu orang lain, ini boleh dilakukan.


Jika sebaliknya saya melafal satu sutra buat anda, maka harus membayar uang sejumlah sekian, ini namanya jual beli, menganggap Buddha Dharma adalah barang dagangan, anda telah memperjualbelikan Buddha Dharma, ini adalah dosa, ini tidak boleh dilakukan.



問:經常有人找我去幫助病人、亡者念《地藏經》或三時繫念,做佛事,可以嗎?


答:這是結緣,可以,這是好事情。人在生病的時候需要安慰,在死亡的時候需要幫助。助念非常重要。我們誠心誠意、無條件的幫助別人,這個可以做。如果我給你念一堂經,要收多少錢,這是買賣,拿著佛法當商品,你去販賣佛法,那有罪過,這個不可以做。21-246-0001









Sumber :
Mustika Sukhavati 

Belajar Meneladani Ajaran Buddha 71



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Belajar Meneladani Ajaran Buddha 71


Pertanyaan :


Bagaimana kita bisa mengetahui apakah orang itu sudah mencapai pencerahan atau belum?


Master Chin Kung Menjawab :


Pencerahan seseorang tidak perlu mengundang orang lain untuk menjadi pengesah, diri sendiri pasti jelas dan mengerti. Standar pengukurannya adalah telah melenyapkan kekotoran batin lobha, dosa dan moha, jika masih ada lobha, dosa dan moha, masih ada perasaan aku benar dan dia salah, beragam perbedaan dan kemelekatan masih ada, maka ini belumlah mencapai pencerahan.


Setelah perasaan aku benar dan dia salah, lobha, dosa dan moha sudah dilenyapkan, maka hatimu akan selamanya suci dan seimbang. Melihat rupa dan mendengar suara, anda akan menyadari bahwa kondisi batin sekarang sudah berbeda dengan yang dulu; terhadap permasalahan anda akan memiliki pengamatan yang sangat mendalam dan jauh, jelas dan paham.


Maka itu disebut memperoleh “samadhi mendalam dan prajna mendalam”, mengerti niat pikiran para makhluk baik masa lampau, sekarang dan masa mendatang. Saat itu anda akan lebih tercerahkan. Maka itu, fenomena pencerahan adalah mengembalikan kemampuan dan kebijaksanaan yang memang sejak awal sudah dimiliki oleh jiwa sejati kita.




問:請問如何知道一個人已開悟?


答:一個人的開悟不必請他人印證,自己應該清楚明瞭。判斷標準是斷除了貪瞋痴煩惱,如果還有貪瞋痴,還有是非人我、種種分別執著的存在,決定沒開悟。是非人我、貪瞋痴慢斷除了,你的心地永遠保持清淨、平等。見色聞聲,你能體會到與過去完全不同的境界;你對事物能觀察得非常深遠,清楚明瞭。所謂得「甚深的禪定、甚深的智慧」,明瞭過去、現在、未來,明瞭眾生的心念。此時你便開悟了。所以,覺悟的現象是恢復了我們自性中本來的能力、智慧。21-058-0001



Sumber :
Mustika Sukhavati 

Belajar Meneladani Ajaran Buddha 70



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Belajar Meneladani Ajaran Buddha 70


Pertanyaan :


Saya bertemu guru ibarat bertemu dengan Buddha Amitabha, apakah saya boleh berpikir sedemikian?


Master Chin Kung Menjawab :


Ini adalah khayalan. Anda seharusnya memikirkan rupang Buddha yang anda sukai, ini baru bisa membantumu dalam melafal Amituofo.




問:弟子見師父如見阿彌陀佛,請問可否做如是想?


答:這是妄想。多想自己喜歡的佛像,對你念佛有幫助。21-117-0001



Sumber :
Mustika Sukhavati 

Belajar Meneladani Ajaran Buddha 69



Mustika Sukhavati

 
Tanya Jawab Seputar Belajar Meneladani Ajaran Buddha 69


Pertanyaan :


Saya mengenal seorang upasaka, dia mengaku Bodhisattva Avalokitesvara merasuki tubuhnya, dia juga membantu orang lain melihat kehidupan lampau mereka, membantu membersihkan rumah-rumah yang ada makhluk halusnya, sama sekali tidak menerima bayaran, hanya menasehati para kliennya agar percaya pada Hukum Karma.


Dia juga mengemukakan penyebab dari wabah penyakit SARS, karena pada kehidupan lampau membunuh kera dan makan daging kera. Jika pada masa kehidupan lampau tidak melakukan karma ini, meskipun sempat masuk rumahsakit juga takkan ada masalah. Apakah benar perkataannya, apa yang dia lakukan, apakah sesuai dengan Ajaran Buddha? Apakah ini termasuk sesat?


Master Chin Kung Menjawab :


Di dalam pintu Ajaran Buddha ada sebuah pepatah, yakni “Jelmaan asli takkan membocorkan identitasnya, jika yang membocorkan identitasnya bukanlah jelmaan asli”. Andaikata memang benar dia adalah jelmaan Buddha atau Bodhisattva, maka dia takkan membocorkan identitasnya; meskipun orang lain yang mengatakannya, dia juga takkan mengakuinya. Sejak dulu hingga sekarang, setiap generasi turun temurun, semuanya mematuhi aturan ini. Jika identitas mereka terbongkar, maka segera meninggal dunia, takkan berdiam di dunia ini, jika tidak pergi, maka akan terjadi dampak yang tak diinginkan. Apalagi di setiap Dharmadhatu ada peraturannya masing-masing, tidak boleh sampai kacau.   


Bodhisattva ada di Dharmadhatu lainnya, Bodhisattva datang ke Dharmadhatu ini, tentunya akan muncul dalam penampilan yang sama dengan makhluk di alam ini. Beliau menjelma di alam ini, Beliau akan berperan dan berpenampilan seperti manusia biasa layaknya; andaikata Bodhisattva juga main kemampuan gaib dan super, ini tentunya akan mengacaukan keadaan masyarakat, mengacaukan hati manusia, ini bukan prinsip dari Ajaran Buddha. Dan ini juga telah bertentangan dengan prinsip Ajaran Buddha, meskipun dia berbuat kebajikan, namun dengan penyakit batin ini, tentunya akan membawa dampak negatif.


Makhluk halus yang merasuki tubuh, atau Buddha dan Bodhisattva yang merasuki tubuh manusia, memang benar ada hal demikian. Tetapi harus diketahui bahwa yang palsu itu sangat banyak, asli dan palsu sangat sukar dibedakan. Jika berjodoh bertemu dengannya, maka harus mematuhi satu prinsip yakni dalam menghadapinya harus menggunakan akal rasional, jangan pakai perasaan, takkan terpikat oleh iming-iming keuntungan yang ditawarkan  makhluk halus.


Jika sebaliknya malah mempercayainya, mewakilinya mengurus masalah, dia akan memberimu keuntungan, ini untuk memikatmu. Jika anda sudah tak ingin lagi mewakilinya mengurus masalah, maka dia akan memberimu petaka, hingga mengancam dirimu. Kebanyakan orang karena godaan memperoleh keuntungan sehingga jatuh ke dalam jebakan makhluk halus, sepanjang hidup dikendalikan makhluk halus, akhirnya sulit dikatakan lagi.


Di dalam Sutra Surangama dikatakan ada 50 jenis skandha-mara, bila kita amati dengan seksama, yakni mengupas tentang kondisi pada jaman berakhirnya Dharma, kita harus memiliki kebijaksanaan untuk membedakannya. Maka itu, jika perkataannya positif, kita memuji; jika ucapannya negatif, kita segera menjauhinya, memintanya agar pergi, jangan membuat kekacauan di sini. Jika hati kita benar, tindakan benar, maka makhluk halus juga akan sangat menghormati kita. Dengan menggunakan cara ini untuk mengatasinya sudah bagus.


Meskipun mendapat pemberkatan dari Buddha dan Bodhisattva, sikap kita terhadap manusia dan semua makhluk hidup lainnya, haruslah menuruti ajaran sutra, ini barulah benar. Walaupun Buddha dari masa lampau yang datang, juga takkan bertentangan dengan ajaran sutra, hal ini dijelaskan secara terperinci dalam salah satu buah pena Master Shan Dao.


Tak peduli apakah itu adalah jelmaan Arahat atau Bodhisattva, atau bahkan Buddha Sakyamuni, Buddha Amitabha, Buddha Vairocana, apa yang Mereka ajarkan, pasti sama dengan ajaran sutra yang kita pelajari saat kini, pasti takkan bertentangan, ini baru asli.


Semua ajaran para Buddha adalah sama, takkan ada dua jenis ajaran Buddha yang berlainan. Maka itu, anda boleh menasehati teman anda ini, dalam pergaulan jangan bilang ini adalah petunjuk dari Buddha dan Bodhisattva, meskipun Buddha dan Bodhisattva datang membantunya, juga harus berkata sesuai dengan ajaran sutra, begini baru sesuai dengan Dharma.




問:末學認識一位師兄,自稱有南海觀世音菩薩在其身,他也替人看前世因果,幫人化解居家、個人種種不淨,完全不收費,只勸來的人要相信因果。他說SARS流行病的原因,是前世殺猴、吃猴所感得的。如果前世沒有造此惡業,就算到醫院走一趟也不會有事。請問他所說、所做的是否與佛相應?是正、是邪?


答:在佛門中有一種說法,所謂「真人不露相,露相非真人」。真正是佛菩薩再來的,他一定不會說;別人說,他也一定不承認,堅決的駁斥。自古以來代代承傳,都是守住這個規矩。若是暴露身分後,立刻要離開,不能再住世間,如再住世間,妖言惑眾會產生負面效果。尤其是九界分明,每一個法界自有其規則秩序,不能混亂。菩薩是另一個法界,菩薩來此法界,一定與此法界眾生完全相同,和光同塵。他應化到這個世間來,所有的表演與世間人完全一樣;有不一樣的就是搞怪力亂神,這樣會擾亂社會秩序,擾亂人心,這不是佛教學的原理原則。因其違背了佛陀教學的原理原則,縱然是善的,亦有毛病、有副作用。


鬼神附身,佛菩薩附身,確有其事。但要曉得假的也很多,真真假假、假假真真很難辨別。如果是有機緣遇到了,就要守住一個原則,一定要用理性對待,不能用感情,絕不受鬼神的威脅利誘,這比什麼都重要。如果相信他,替他辦事,他就給你好處,這是在誘惑你。假若不幫他辦事,他便給你災難,甚至威脅你。一般人很難不受威脅利誘而上當,一生受其控制,下場就很難說了。


《楞嚴經》中說的五十種陰魔,我們仔細去觀察,就是講末法時期的現象,我們要有智慧去揀別。因此,他說的是正面的,我們讚歎;說的是負面的,我們要嚴厲的斥責,叫他離開,不要在這裡擾亂。我們的心正、行正,鬼神也會很尊敬。用此方法來處理就好。


  縱然得到佛菩薩加持,我們對待一切人事物,還是要依據經典的教訓,就完全正確。即使古佛再來,也不會違背經典教訓,此道理必須去看善導大師註的《觀無量壽佛經四帖疏》,在「上品上生章」中說得非常詳細。無論是羅漢再來、菩薩再來,甚至於釋迦牟尼佛再來、阿彌陀佛再來、毘盧遮那佛再來,他們所教、所講的,決定與我們現在這個經論相應,絕對無相違背的,這就是真的。佛佛道同,佛沒有兩種說法。所以,你可以勸這位朋友,與人往來不要說是佛菩薩來指使的,縱然是佛菩薩來幫助,也需根據經典來說,這樣就如法。21-171



Sumber :
Mustika Sukhavati