Tutorial blog
Kamis, 23 Juli 2015
Pilihan yang Bijak
pria, maka si wanita memberi syarat, "pada waktu resepsi pernikahan, ibumu tidak boleh datang."
Setelah berfikir, demi untuk mewujudkan pernikahannya, si pemuda dengan terpaksa menyetujuinya. Namun sebelumnya ia menjumpai salah seorang guru spiritualnya untuk meminta pendapatnya.
Sang guru bertanya, "apa pekerjaan ibumu? "Aku ditinggal mati ayahku saat umurku 1 tahun, akhirnya untuk membesarkanku, ibuku bekerja sebagai tukang cuci pakaian dan dia berhasil mengantar saya sampai jadi sarjana ". Jawab pemuda itu.
"Begini, hari ini kau pulang, dan kau cuci kedua tangan ibumu, besok kau kembali lagi kesini, aku akan kasih pendapatku" jawab sang guru.
Pulanglah pemuda itu, dan dia mendekati ibunya dan mencuci kedua tangannya, dia melihat begitu kasarnya tangan ibunya, ada bekas-bekas luka dan kulit yang terkelupas, ia melihat pemandangan itu sambil mencucurkan air mata.
Dan akhirnya ia tidak tahan untuk menunggu hari esok, dia datangi lagi sang guru dan si pemuda berkata; "AKU TIDAK AKAN MENGORBANKAN BUNDAKU UNTUK
SIAPAPUN".***
Sahabat...
Banyak di antara kita yang sering melupakan budi baik ibu kita. Demi kenikmatan semu.
Maka saatnya kita mencuci kedua tangan ibu kita yang selalu membelai kita dan membersihkan kita, karena suatu saat belaian itu akan pergi dan kau akan kehilangan tiket masuk surgamu.
Jumat, 17 Juli 2015
Penggolongan Dhamma
GIHI PATIPATTI (Praktik Umat Awam)
CATUKKA – KELOMPOK EMPAT
I. Empat macam Kammakilesa – perbuatan-perbuatan buruk:
Panatipata : menyebabkan kematian makhluk-makhluk hidup.
Adinnadana : mengambil barang-barang yang tidak diberikan oleh pemiliknya, berkelakuan seperti yang dilakukan oleh pencuri.
Kamesu-micchacara : kelakuan salah berkenaan dengan seks.
Musavada : ucapan tidak benar, berbohong.
Empat jenis perbuatan ini tidak pernah dipuji oleh para Samana.
D. III. 181.
II. Empat macam Apayamukkha – sebab-sebab yang membawa keruntuhan.
Seorang yang suka menggoda wanita.
Seorang pemabuk.
Seorang penjudi.
Bergaul dan menjadi kawan orang jahat.
Seseorang janganlah melakukan empat macam hal-hal buruk ini
A. IV 287.
III. Empat macam Ditthadhammikatthapayojana – hal-hal yang berguna pada saat sekarang.
Utthanasampada : rajin dan bersemangat di dalam bekerja mencari nafkah.
Arakkhasampada: penuh hati-hati, dengan kata lain, menjaga dengan hati-hati kekayaan apapun yang telah diperoleh dengan kerajinan dan semangat, tidak membiarkannya mudah hilang atau dicuri. Juga terus menjaga cara bekerja sehingga tidak mengalami kemunduran atau kemerosotan.
Kalyanamittata : memiliki teman-teman baik, dan tidak bergaul dengan orang-orang jahat.
Samajivita : menempuh cara hidup yang sesuai dengan penghasilan, tidak terlalu kikir dan juga tidak terlalu boros.
A. IV 285.
IV. Empat macam Samparayikattapayojana – hal-hal yang berguna di masa yang akan datang.
Saddhasampada : memiliki keyakinan, dengan kata lain, percaya pada hal-hal yang harus dipercayai, seperti mempercayai bahwa berbuat baik akan memberikan akibat baik, dan berbuat jahat akan memberikan akibat buruk.
Silasampada : memiliki sila, dengan kata lain, menjaga perbuatan-perbuatan secara jasmani dan secara ucapan dengan baik dan pantas, tanpa kesalahan.
Cagasampada : memiliki kemurahan hati, sehingga dapat memberikan kebahagiaan pada orang-orang lain.
Paññasampada : memiliki kebijaksanaan, karena itu mengetahui hal-hal seperti: apa yang buruk dan apa yang baik; apa yang benar dan apa yang salah; apa yang berguna dan apa yang tidak berguna.
A. IV. 288.
V. Empat macam teman palsu:
mereka yang mengajak berkawan untuk tujuan menipu.
mereka yang hanya manis di mulut saja.
mereka yang memuji-muji dan membujuk.
mereka yang mendorong seseorang untuk menuju ke jalan yang membawa pada kerugian dan kehancuran.
Empat macam orang-orang ini, bukanlah teman-teman sejati; mereka adalah teman-teman palsu, dan seseorang janganlah bergaul dengan mereka.
D. III. 186.
Mereka yang mengajak kawan untuk tujuan menipu mempunyai empat ciri:
Mereka hanya memikirkan tentang apa yang akan mereka peroleh dalam bersahabat dengan kita.
Mereka memberi sedikit dan berpikir bagaimana untuk memperoleh banyak.
Apabila mereka berada di dalam bahaya mereka akan melakukan hal-hal bagi kita (sehingga memperkokoh persahabatan dan saling melindungi).
Mereka bergaul dengan kita hanya karena mereka tahu bahwa pergaulan itu memberikan keuntungan pada mereka.
Mereka yang hanya manis di mulut saja mempunyai empat ciri:
Mereka selalu membicarakan hal-hal yang telah lampau dan tidak berguna.
Mereka cenderung membicarakan hal-hal yang belum terjadi.
Mereka membantu mengerjakan hal-hal yang tidak berguna.
Apabila diminta untuk membantu, mereka selalu mengatakan tidak dapat membantu (dengan bermacam-macam alasan untuk menghindari).
Mereka yang memuji-muji dan membujuk, mempunyai empat ciri:
Jika kita berbuat jahat, mereka akan setuju dan membenarkannya.
Jika kita berbuat baik, mereka akan setuju dan membenarkannya.
Di hadapan kita mereka akan memuji-muji kita.
Di belakang kita mereka akan mencela kita.
Mereka yang mendorong seseorang untuk menuju ke jalan yang membawa pada kerugian dan kehancuran, mempunyai empat ciri:
Mereka mengajak kita untuk minum-minuman yang memabukkan.
Mereka mengajak kita untuk berkeliaran di malam hari.
Mereka membuat kita melekat untuk mengejar kesenangan-kesenangan.
Mereka membuat kita menjadi seorang penjudi.
VI. Empat macam teman sejati:
Seorang teman yang mampu membantu di dalam berbagai cara.
Seorang teman yang mempunyai rasa simpatik baik di dalam suka maupun di dalam duka.
Seorang teman yang memperkenalkan kita pada hal-hal yang berguna.
Seorang teman yang memiliki perasaan bersahabat.
D. III. 187.
Empat macam orang-orang ini adalah teman-teman sejati, dan seseorang seharusnya bergaul dengan mereka:
Seorang teman yang mampu membantu di dalam berbagai cara, mempunyai empat ciri:
Ia melindungi seorang kawan yang lengah.
Ia melindungi harta kekayaan seorang kawan yang lengah.
Apabila ada bahaya, ia dapat memberikan perlindungan.
Apabila ada suatu pekerjaan yang akan dilakukan, ia membantu dengan menawarkan lebih banyak bantuan daripada yang diminta.
Seorang teman yang mempunyai rasa simpatik baik dalam suka maupun di dalam duka, mempunyai empat ciri:
Ia membuka hal-hal rahasia mengenai dirinya kepada kawannya.
Ia menjaga rahasia kawannya, tidak membiarkan mereka bocor.
Ia tidak meninggalkan kawannya pada saat mengalami banyak kesukaran.
Ia mungkin bahkan mengorbankan hidupnya demi kawannya.
Seorang teman yang memperkenalkan kita pada hal-hal yang berguna, mempunyai empat ciri:
Ia mencegah kita untuk berbuat jahat.
Ia menganjurkan kita untuk berbuat hal-hal yang baik
Ia memberitahukan kita tentang hal-hal yang belum pernah kita dengar sebelumnya.
Ia memberitahukan kita tentang metode untuk mencapai alam-alam kebahagiaan.
Seorang teman yang memiliki perasaan persahabatan, mempunyai empat ciri:
Ia ikut merasakan duka apabila kawannya menderita.
Ia ikut merasakan suka apabila kawannya berbahagia.
Ia menghadapi mereka yang mencela kawannya.
Ia membenarkan mereka yang memuji kawannya.
VII. Empat macam Sanghavatthu – sifat-sifat yang menjadikan suasana persahabatan :
Dana : memberi dan membagi barang-barang pada orang lain yang pantas untuk menerimanya.
Piyavaca : berdiskusi atau membicarakan hal-hal dengan ucapan yang menyenangkan dan halus.
Atthacariya : melakukan hal-hal yang berguna bagi orang lain.
Samanattata : memiliki ketenangan batin dan tanpa kesombongan.
Empat sifat-sifat mulia ini akan selalu menarik hati orang lain.
A. II. 32.
VIII. Empat macam Sukha bagi umat awam:
Sukha yang timbul karena memiliki kekayaan.
Sukha yang timbul karena mempergunakan kekayaan.
Sukha yang timbul karena tidak mempunyai hutang.
Sukha karena tidak melakukan pekerjaan yang tercela.
A. II. 69.
IX. Empat keinginan yang dimiliki orang di dunia dan yang dapat dicapai oleh mereka walaupun dengan kesukaran apabila mereka mau menempuh dengan jalan benar:
Semoga saya menjadi kaya dan semoga kekayaan terkumpul padaku dengan cara benar dan pantas.
Semoga saya beserta sanak keluarga dan kawan-kawan dapat mencapai kedudukan sosial yang tinggi.
Semoga saya selalu berhati-hati di dalam kehidupan ini, sehingga saya dapat berusia panjang.
Apabila kehidupan di dalam dunia ini telah berakhir, semoga saya dapat dilahirkan di alam bahagia.
A. II. 65.
X. Empat macam Dhamma yang menyebabkan seorang dapat mencapai keinginan-keinginan seperti disebutkan di atas :
Saddhasampada : dikaruniai dengan keyakinan.
Silasampada : dikaruniai dengan kelakuan bermoral.
Caga sampada : dikaruniai dengan kemurahan hati.
Paññasampada : dikaruniai dengan kebijaksanaan.
XI. Suatu keluarga kaya tidak dapat mempertahankan kekayaannya untuk waktu yang lama, karena empat hal:
Mereka tidak mencari dan menambah barang-barang yang telah hilang.
Mereka tidak memperbaiki barang-barang yang telah rusak.
Mereka tidak bersikap sederhana dalam mempergunakan kekayaannya.
Mereka memilih orang yang mempunyai sila buruk untuk membantu mengurus rumah tangga.
Siapapun juga yang ingin menjadikan keluarga mereka teguh dan kuat serta bersatu harus menghindari empat hal ini.
A. II. 240.
XII. Empat Dhamma bagi umat awam (kepala rumah tangga):
Sacca : memiliki kejujuran dan menepati janji kepada orang-orang.
Dama : mengetahui cara mengendalikan pikirannya sendiri.
Khanti : memiliki kesabaran di dalam menghadapi setiap kemalangan.
Caga : bermurah hati dan memberi sesuatu kepada orang-orang yang pantas dan sesuai untuk diberi.
S. I. 215.
Selasa, 02 Juni 2015
Sombong
Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember & menyikat lantai rumahnya keras-keras.
Pria itu bertanya, Apa yang sedang Anda lakukan?
Sang Guru menjawab, Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat.
Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali.
Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya MERASA menjadi orang yang hebat.
Kesombongan saya mulai bermunculan.
Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.
Saudaraku....
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.
👉Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
👉Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, danlebih berwawasan dibandingkan orang lain.
👉Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral,lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik.... Semakin tinggi tingkat kesombongan, akan semakin sulit pula kita mendeteksinya!
Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi... sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Cobalah setiap hari, kita memeriksa hati kita. Karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, semua hanya karena ANUGRAH Allah semata.
Ada tertulis Tuhan menentang orang yang sombong tetapi mengasihani orang yg rendah hati.
Kita ini manusia dengan segala kesombongannya hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap. Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang dalam.
Gunung Memiliki Ketinggian Masing-masing, Air Memiliki Kedalaman Masing-masing.
Renungan
山有山的高度,水有水的深度,沒必要攀比,每個人都有自己的長處;
Gunung memiliki ketinggian masing-masing,
air memiliki kedalaman masing-masing,
tidaklah perlu saling membandingkan,
karena setiap orang punya kelebihan masing-masing.
風有風的自由,雲有雲的溫柔,沒必要模仿,每個人都有自己的個性。
Angin memiliki sifat yang bebas,
awan memiliki kelembutan,
tidaklah perlu kita meniru,
setiap orang memiliki sifat masing-masing.
你認為快樂的,就去尋找;
Yang kamu anggap bisa membawa kebahagiaan, maka raihlah.
你認為值得的,就去守候;
Yang kamu anggap pantas, maka jagalah.
你認為幸福的,就去珍惜。
Yang kamu anggap sebuah keberuntungan, maka hargailah.
依心而行,無憾今生。
Ikuti kata hati, agar tidak ada penyesalan dalam hidup.
人生1條路:走自己的路
Manusia ada 1 jalan:
jalanilah jalan sendiri.
人生2件寶 : 身體好、心情好。
Manusia ada 2 mustika:
tubuh sehat & suasana hati baik.
人生有4苦:
看不透、舍不得、輸不起、放不下。
Manusia ada 4 penderitaan hidup:
tidak melihat kebenaran,
tidak bisa merelakan,
tidak mau kalah,
tidak bersedia melepaskan.
人生5句話:
再難也要堅持,再好也要淡泊,再差也要自信,再多也要節省,再冷也要熱情。
Manusia ada 5 kalimat hidup:
walau susah harus tetap berusaha.
walau sudah baik juga harus bersahaja.
walau serba kurang juga harus percaya diri.
walau kedinginan hati harus tetap hangat.
Walau jengkel harus tetap sabar.
人生6財富:
身體、知識、夢想、信念、自信、骨氣。
同意! 轉起!
Manusia ada 6 kekayaan hidup:
tubuh, pengetahuan, impian, keyakinan, percaya diri & tekad juang.
Ingat-ingatlah Manusia dengan Kekayaan, Kepintaran dan segala Kehebatannya Lantas Sombong, Dengki, Congkak, Picik.
IMPLEMENTASI Negatif Semacam itu jangan kita contoh............!!
Renungan Kehidupan
~KETIKA... Aku ingin hidup KAYA... Aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.
~KETIKA... Aku takut MEMBERI... Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.
~KETIKA... Aku ingin jadi yang TERKUAT... Aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN.... Tuhan memberikan aku KEKUATAN.
~KETIKA... Aku takut RUGI... Aku lupa, bahwa HIDUPKU... Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA. Ternyata hidup ini sangat indah... ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA
~BUKAN... karena hari ini INDAH kita BAHAGIA... Tetapi karena kita BAHAGIA... maka hari ini menjadi INDAH.
~BUKAN... karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS... Tetapi karena kita OPTIMIS... RINTANGAN akan menjadi tak terasa.
~BUKAN... karena MUDAH kita YAKIN BISA... Tetapi karena kita YAKIN BISA... semuanya menjadi MUDAH.
~BUKAN... karena semua BAIK kita TERSENYUM... Tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK. Tak ada hari yg MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yg membuat SULIT.
~BILA... kita tidak dapat menjadi jalan besar... cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.
~BILA... kita tidak dapat menjadi matahari... cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita.
~BILA... kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang... cukuplah berdoa untuknya.... May all being be happy O:)
Kisah Seorang Biksu dan Seorang Pemuda
Seorang biksu pulang dari memotong kayu di gunung, diperjalanan pulang berjumpa seorang pemuda yg baru saja menangkap seekor kupu-kupu di genggamannya..
Pemuda ini menantang biksu:
"Hei biksu, gimana kalau kita bertaruh ?"
"Gimana bertaruhnya ?" tanya sang biksu.
"coba tebak kupu-kupu dalam genggamanku ini hidup atau mati ? Kalau kamu kalah, sepikul kayu itu jadi milik saya." jawab sang pemuda..
Sang biksu setuju, lalu menebak, "kupu-kupu dalam genggamanmu itu mati."
Sang pemuda ketawa ngakak, "kamu salah." sambil membuka genggamnya, kupu-kupu itu pun terbang pergi.
Sang biksu berkata, "baiklah, kayu ini milikmu."
habis itu sang biksu menaruh pikulan kayunya dan pergi dengan gembira.
Si pemuda tidak mengerti kenapa sang biksu begitu gembira, tapi mendapat sepikul kayu bakar, dia dengan gembira juga membawanya pulang。
Ayah si pemuda bertanya soal asal muasal sepikul kayu itu.
Si pemuda bercerita sesungguhnya.
Sang ayah marah setelah mendengar cerita si anak, dan berkata, "kamu mengira kamu betul menang ?
Kamu kalah tapi tidak mengetahui bagaimana kalahnya."
Si anak bingung 360 keliling, Sang ayah memerintahkan anaknya memikul kayunya, berdua mereka mengantarkan kayu itu ke vihara biksu itu dan minta maaf kepada sang biksu.. Si biksu hanya mengangguk, tersenyum tanpa bilang apa-apa.
Dalam perjalanan pulang, si anak bertanya soal ketidak mengertiannya.
Sang ayah menarik napas panjang, menerangkan, "biksu itu bilang kalau kupu-kupu itu sudah mati, baru kamu mau melepaskan kupu-kupu itu, sehingga kamu menang; kalau biksu itu bilang kupu-kupu nya hidup, kamu pasti meremas kupu dalam genggamanmu hinga mati, juga kamu yang menang.
Kamu mengira biksu itu tidak mengetahui kelicikanmu.??
Beliau kalah sepikul kayu, tapi memenangkan KASIH.
May all being be happy
Hukum Pembanding
Berapa Gaji Nick Vujicic per Jam...?
Nick Vujicic dibayar USD 150.000 per 2 jam.
Siapa yg tak kenal motivator sekaligus Inspirator kelahiran benua Australia.
Pemuda Cacat Fisik yg usianya belum genap 34 th (Tanpa lengan dan kaki ini) Mengispirasi banyak orang didunia. Saya kira dia sudah 2x datang ke Indonesia. Terakhir diundang oleh sebuah perusahaan asuransi asing di Bali dengan Bayaran sekitar USD 125.000-150.000 per 2 jam.
Jadi hampir 2Milyar.. Fantastic !! Dalam sebuah Perjalanan ke Jogya dengan sahabat saya, yang kebetulan menyaksikan seminar NICK di Bali awal Maret kemarin.
Kami berdiskusi. Saya nyeletuk ... wah enak benar yah jadi motivator hanya bicara 2 jam bisa dapat 2 milyar....sambil bercanda. Tapi Teman saya menimpali dengan agak serius. Dan bertanya balik.... "Apa kamu mau melalui "proses" untuk mencapai 2M selama 33th ? Masa kecil yang keras, penuh hinaan, dibully, diinjak, diremehkan dan direndahkan.
Kamu benar-benar mau mendapatkan 2M tanpa tangan dan Kaki...?"
Saya diam sebentar, pikiran benar-benar di sentil oleh jawaban balik.
Ternyata dalam kehidupan sehari-hari, secara sadar saya pun kerap melakukan hal yang bisa sama. Rumput dihalaman rumah kerap tak sehijau rumput tetangga.
Ketika melihat orang sukses kita selalu berkata, betapa enaknya ya hidup mereka sekarang, punya banyak uang berlimpah, asset yang banyak, hidup yang serba kecukupan.
Kita mudah sekali memakai "HUKUM PEMBANDING" akibatnya bukan rasa bersyukur yang diharap, tapi bisa jadi rasa IRI yang menyelinap di hati. Dan kerap kita hanya melihat saat orang ada di puncak, tapi tak pernah tau kapan mereka mulai merayap dan merangkak.
Orang mudah melihat senyum yang lepas tanpa melihat air mata dan keringat yang diperas. Kita iri melihat keberhasilan orang lain, kita menginginkan, tapi kita tak berani bayar harganya !!
Saya pernah membaca Quote yang bunyinya seperti ini, "Jika Anda hanya INGIN sukses tapi malas dan mudah menyerah.. lebih baik jangan bermimpi !! Berfikir pun jangan !!"
May all being be happy