Selasa, 02 Juni 2015

Sombong

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember & menyikat lantai rumahnya keras-keras.
Pria itu bertanya, Apa yang sedang Anda lakukan?
Sang Guru menjawab, Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat.
Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali.
Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya MERASA menjadi orang yang hebat.
Kesombongan saya mulai bermunculan.
Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.

Saudaraku....
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

👉Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

👉Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, danlebih berwawasan dibandingkan orang lain.

👉Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral,lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik.... Semakin tinggi tingkat kesombongan, akan semakin sulit pula kita mendeteksinya!

Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi... sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari, kita memeriksa hati kita. Karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, semua hanya karena ANUGRAH Allah semata.
Ada tertulis Tuhan menentang orang yang sombong tetapi mengasihani orang yg rendah hati.

Kita ini manusia dengan segala kesombongannya hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap. Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang dalam.

Gunung Memiliki Ketinggian Masing-masing, Air Memiliki Kedalaman Masing-masing.

Renungan

山有山的高度,水有水的深度,沒必要攀比,每個人都有自己的長處;
Gunung memiliki ketinggian masing-masing,
air memiliki kedalaman masing-masing,
tidaklah perlu saling membandingkan,
karena setiap orang punya kelebihan masing-masing.

風有風的自由,雲有雲的溫柔,沒必要模仿,每個人都有自己的個性。
Angin memiliki sifat yang bebas,
awan memiliki kelembutan,
tidaklah perlu kita meniru,
setiap orang memiliki sifat masing-masing.

你認為快樂的,就去尋找;
Yang kamu anggap bisa membawa kebahagiaan, maka raihlah.

你認為值得的,就去守候;
Yang kamu anggap pantas, maka jagalah.

你認為幸福的,就去珍惜。
Yang kamu anggap sebuah keberuntungan, maka hargailah.

依心而行,無憾今生。
Ikuti kata hati, agar tidak ada penyesalan dalam hidup.

人生1條路:走自己的路
Manusia ada 1 jalan:
jalanilah jalan sendiri.

人生2件寶 : 身體好、心情好。
Manusia ada 2 mustika:
tubuh sehat & suasana hati baik.

人生有4苦:
看不透、舍不得、輸不起、放不下。
Manusia ada 4 penderitaan hidup:
tidak melihat kebenaran,
tidak bisa merelakan,
tidak mau kalah,
tidak bersedia melepaskan.

人生5句話:
再難也要堅持,再好也要淡泊,再差也要自信,再多也要節省,再冷也要熱情。
Manusia ada 5 kalimat hidup:
walau susah harus tetap berusaha.
walau sudah baik juga harus bersahaja.
walau serba kurang juga harus percaya diri.
walau kedinginan hati harus tetap hangat.
Walau jengkel harus tetap sabar.

人生6財富:
身體、知識、夢想、信念、自信、骨氣。
同意! 轉起!
Manusia ada 6 kekayaan hidup:
tubuh, pengetahuan, impian, keyakinan, percaya diri & tekad juang.
Ingat-ingatlah Manusia dengan Kekayaan, Kepintaran dan segala Kehebatannya Lantas Sombong, Dengki, Congkak, Picik.
IMPLEMENTASI Negatif Semacam itu jangan kita contoh............!!

Renungan Kehidupan

~KETIKA... Aku ingin hidup KAYA... Aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.

~KETIKA... Aku takut MEMBERI... Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.

~KETIKA... Aku ingin jadi yang TERKUAT... Aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN.... Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

~KETIKA... Aku takut RUGI... Aku lupa, bahwa  HIDUPKU... Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA. Ternyata hidup ini sangat indah... ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

~BUKAN... karena hari ini INDAH kita BAHAGIA... Tetapi karena kita BAHAGIA... maka hari ini menjadi INDAH.

~BUKAN... karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS... Tetapi karena kita OPTIMIS... RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

~BUKAN... karena MUDAH kita YAKIN BISA... Tetapi karena kita YAKIN BISA... semuanya menjadi MUDAH.

~BUKAN... karena semua BAIK kita TERSENYUM... Tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK. Tak ada hari yg MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yg membuat SULIT.

~BILA... kita tidak dapat menjadi jalan besar... cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.

~BILA... kita tidak dapat menjadi matahari... cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita.

~BILA... kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang... cukuplah berdoa untuknya.... May all being be happy O:)

Kisah Seorang Biksu dan Seorang Pemuda

Seorang biksu pulang dari memotong kayu di gunung, diperjalanan pulang berjumpa seorang pemuda yg baru saja menangkap seekor kupu-kupu di genggamannya..

Pemuda ini menantang biksu:
"Hei biksu, gimana kalau kita bertaruh ?"
"Gimana bertaruhnya ?" tanya sang biksu.
"coba tebak kupu-kupu dalam genggamanku ini hidup atau mati ? Kalau kamu kalah, sepikul kayu itu jadi milik saya." jawab sang pemuda..
Sang biksu setuju, lalu menebak, "kupu-kupu dalam genggamanmu itu mati."

Sang pemuda ketawa ngakak, "kamu salah." sambil membuka genggamnya, kupu-kupu itu pun terbang pergi.
Sang biksu berkata, "baiklah, kayu ini milikmu."

habis itu sang biksu menaruh pikulan kayunya dan pergi dengan gembira.
Si pemuda tidak mengerti kenapa sang biksu begitu gembira, tapi mendapat sepikul kayu bakar, dia dengan gembira juga membawanya pulang。
Ayah si pemuda bertanya soal asal muasal sepikul kayu itu.
Si pemuda bercerita sesungguhnya.
Sang ayah marah setelah mendengar cerita si anak, dan berkata, "kamu mengira kamu betul menang ?
Kamu kalah tapi tidak mengetahui bagaimana kalahnya."

Si anak bingung 360 keliling, Sang ayah memerintahkan anaknya memikul kayunya, berdua mereka mengantarkan kayu itu ke vihara biksu itu dan minta maaf kepada sang biksu..   Si biksu hanya mengangguk, tersenyum tanpa bilang apa-apa.
Dalam perjalanan pulang, si anak bertanya soal ketidak mengertiannya.
Sang ayah menarik napas panjang, menerangkan, "biksu itu bilang kalau kupu-kupu itu sudah mati, baru kamu mau melepaskan kupu-kupu itu, sehingga kamu menang; kalau biksu itu bilang kupu-kupu nya hidup, kamu pasti meremas kupu dalam genggamanmu hinga mati, juga kamu yang menang.
Kamu mengira biksu itu tidak mengetahui kelicikanmu.??
Beliau kalah sepikul kayu, tapi memenangkan KASIH.

May all being be happy

Hukum Pembanding

Berapa Gaji Nick Vujicic per Jam...?
Nick Vujicic dibayar USD 150.000 per 2 jam.
Siapa yg tak kenal motivator sekaligus Inspirator kelahiran benua Australia.

Pemuda Cacat Fisik yg usianya belum genap 34 th (Tanpa lengan dan kaki ini) Mengispirasi banyak orang didunia. Saya kira dia sudah 2x datang ke Indonesia. Terakhir diundang oleh sebuah perusahaan asuransi asing di Bali dengan Bayaran sekitar USD 125.000-150.000 per 2 jam.

Jadi hampir 2Milyar.. Fantastic !! Dalam sebuah Perjalanan ke Jogya dengan sahabat saya, yang kebetulan menyaksikan seminar NICK di Bali awal Maret kemarin.

Kami berdiskusi. Saya nyeletuk ... wah enak benar yah jadi motivator hanya bicara 2 jam bisa dapat 2 milyar....sambil bercanda. Tapi Teman saya menimpali dengan agak serius. Dan bertanya balik.... "Apa kamu mau melalui "proses" untuk mencapai 2M selama 33th ? Masa kecil yang keras, penuh hinaan, dibully, diinjak, diremehkan dan direndahkan.

Kamu benar-benar mau mendapatkan 2M tanpa tangan dan Kaki...?"

Saya diam sebentar, pikiran benar-benar di sentil oleh jawaban balik.

Ternyata dalam kehidupan sehari-hari, secara sadar saya  pun kerap melakukan hal yang bisa sama. Rumput dihalaman rumah kerap tak sehijau rumput tetangga.

Ketika melihat orang sukses kita selalu berkata, betapa enaknya ya hidup mereka sekarang, punya banyak uang berlimpah, asset yang banyak, hidup yang serba kecukupan.

Kita mudah sekali memakai "HUKUM PEMBANDING" akibatnya bukan rasa bersyukur yang diharap, tapi bisa jadi rasa IRI yang menyelinap di hati. Dan kerap kita hanya melihat saat orang ada di puncak, tapi tak pernah tau kapan mereka mulai merayap dan merangkak.

Orang mudah melihat senyum yang lepas tanpa melihat air mata dan keringat yang diperas. Kita iri melihat keberhasilan orang lain, kita menginginkan, tapi kita tak berani bayar harganya !!

Saya pernah membaca Quote yang bunyinya seperti ini, "Jika Anda hanya INGIN sukses tapi malas dan mudah menyerah.. lebih baik jangan bermimpi !! Berfikir pun jangan !!"

May all being be happy

Alasan Mengapa Kita Tidak Bisa Mengembangkan Senyum Lebih Lebar.

Salah satu alasan mengapa kita tidak bisa mengembangkan senyum lebih lebar adalah karena kita terlampau di cekam oleh ketakutan kita sendiri.

Fakta berkata bahwa ketakutan adalah seperti kanker ganas yang menggerogoti sukacita kita.
Semakin kita mengijinkan ketakutan mempengaruhi kehidupan kita, maka semakin sulit kita merasakan sukacita.

Cerita lama dari India menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing.
Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing.

Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia di cekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing.

Setelah jadi anjing, lagi² ia takut ketika bertemu dengan macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan.

Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun.. badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus.”

Bagaimana dengan Anda? Jangan seperti cerita klasik tersebut.
Mengaku sebagai manusia dewasa, beriman, , tapi “nyali” kita tetap "tikus".
Kita lebih mengijinkan ketakutan yang menguasai kita.

Bukan iman, tapi rasa kuatir.
Bukan keberanian, tapi rasa cemas.

Tak heran sukacita kita padam.
Tak ada senyum.
Tak ada keceriaan.

Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita.

Sukacita seseorang ditentukan dari keberanian nya dalam menghadapi segala situasi yang terjadi dalam hidup nya, meski dalam kondisi yang paling buruk sekalipun.
Tetap semangat dan sukacita.

Sαββε Sᆆα βђαvαπ†u Sukђi†α††α
May all being be happy

Ketika Aku Sudah Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.

Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.

Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.

Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.

Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur.

Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.