Tutorial blog
Rabu, 12 Mei 2021
VARUNI Jataka
VEDABBHA Jataka
DUMMEDHA JATAKA
Kamis, 19 November 2020
CARI TAU PENYAKIT
1. # Asthma
Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi Dikarenakan sering merasa "sedih" yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi Coba Terus Membuat suasana Hati riang dan Refresing
2. # Liver
Bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat "ngrasani" orang lain yang justru merusak hati kita, Coba Untuk Membuat hati kita tenang Dan Damai.
3. # Maag
Bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan yg tidak teratur, Akan tetapi justru lebih didominasi karena "stress" coba untuk lebih Fress dan memerdekan Diri.
Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin, Daging tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage "emosi" Jadi Coba dengan cara mengatur Emosi Dan Rasa.
Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yang membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil
6. # Kolesterol
Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.
7. # Diabetes
Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, yang manis manis, tapi Bisa saja sikap "egois dan keras kepala" yang mengganggu fungsi pankreas, Coba Ikhlas Dan Rela Dalam segala Hal.
Presentase Indikator penyebab munculnya penyakit adalah karena masalah :
#Spiritual 50%
#Psikis. 25%
#Sosial. 15%
#Fisik. 10%
Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki :
#Diri kita
#Pikiran kita
terutama hati kita dari segala jenis penyakit.
# Hindari:
Dari Rasa iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya, karena itu sumber penyakit.
# SARAN
Perbanyaklah Doa dan jadilah orang yang mudah memaafkan, Lembutkan hati dan ikhlaskan yang sudah terjadi, Banyak Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan Serap ilmu dari arah mana saja Dari kawan maupun lawan.
SILAKAN DICOBA DAN RASAKAN PERUBAHANNYA, BELAJAR MENGOBATI DIRI SENDIRI
---SEMOGA BERMANFAAT---
Sabtu, 24 Oktober 2020
Master Chin Kung Menjawab
Bunga Mekar Bertemu Buddha
Pertanyaan :
Praktisi yang melatih Pratyutpanna Samadhi dapat melihat para Buddha di sepuluh penjuru berdiri di hadapannya, apakah ini yang di sebut dengan bunga bermekar bertemu Buddha?
Master Chin Kung Menjawab :
Bertemu Buddha, ada yang benar-benar bertemu Buddha, namun juga ada Mara yang menyamar jadi Buddha. Darimana bisa membedakannya? Dari dalam hatimu sendiri. Setelah hatimu benar-benar telah suci, tak ternodakan, maka akan bertemu Buddha asli. Bertemu dengan Buddha asli juga tak perlu merasa kegirangan, begitu muncul rasa senang, maka Buddha adalah Mara, dia telah merusak kesucian hatimu.
Tujuan dari praktisi pelafal Amituofo adalah “pikiran terfokus tak tergoyahkan”, dia muncul untuk merusak pikiran terfokusmu, karena pikiranmu telah goyah. Begitu anda jadi kegirangan maka akan memberitahu orang lain : “Hari ini saya telah bertemu Buddha, lalu Buddha bagaimana-bagaimana……..”, maka itu anda sesungguhnya bertemu dengan Mara, bukan bertemu Buddha.
Di dalam Surangama Sutra tertera bahwa : “Meskipun melihat kondisi batin Buddha juga jangan dipedulikan, maka ini adalah kondisi batin yang bagus; jika sebaliknya malah melekat, begitu timbul kegirangan, maka kondisi batin ini adalah kondisi batin Mara”. Maka itu apakah itu adalah Buddha atau Mara tidak berada di luar, namun di dalam hati sendiri.
Seharusnya kala diri sendiri melihatnya, seharusnya menganggap tidak melihatnya, hati tetap suci, seimbang dan tercerahkan, takkan terpengaruh oleh kondisi luar, ini adalah kondisi batin Buddha. Meskipun melihat Mara, makhluk halus jahat yang menyeramkan, hatimu juga takkan goyah, seolah-olah tidak ada yang terjadi, rupa yang menyeramkan itu juga adalah Buddha.
Maka itu, hal yang membuatmu kegirangan atau mengeluh, maka kekotoran pikiranmu sudah digantungnya, inilah yang disebut kondisi batin Mara. Sebaliknya jika anda tidak timbul kerisauan, hatimu suci dan seimbang, kondisi batin apapun yang muncul adalah kondisi batin Buddha.
Jika sudah memahami prinsip ini, ketika anda membuka mata dan melihat banyak orang, anda merasa benci, maka muncullah kondisi batin Mara; jika anda melihatnya dan merasa sukacita, maka muncul juga kondisi batin Mara. Melihat semua kondisi batin dan hati tak tergoyahkan, maka pastikan takkan ada khayalan, perbedaan dan kemelekatan, takkan melekat pada “anggapan adanya aku, manusia, makhluk lain, dan kehidupan ini”.
Maka itu, melatih diri itu ada di mana? Yakni melatih hati dalam menghadapi masalah dan kondisi batin yang muncul, tanpa kondisi batin ke mana kita harus melatih diri? Seorang praktisi pergi ke mall jalan-jalan, ini juga melatih diri, di mall banyak tersedia produk-produk yang menarik hati, semuanya boleh dilihat dan diketahui, ini juga adalah kebijaksanaan. Setelah melihatnya bagaimana? Tak tergoyahkan, takkan ada niat pikiran “barang ini bagus ya, saya juga ingin memilikinya”. Samadhi adalah tidak timbul niat pikiran, tidak membeda-bedakan, ini adalah samadhi mendalam; “prajna(kebijaksanaan)” adalah melihat dengan jelas dan memahaminya. Samadhi dan prajna dipelajari dan aktivitas keseharian, mengenakan pakaian dan makan nasi, setiap aktivitas keseharian sekecil apapun adalah sila, samadhi dan prajna.
Maka itu bertemu Buddha, seharusnya bersikap melihat seperti tidak melihat, tak perlu bilang ke orang lain. Pada jaman dulu guru sesepuh Aliran Sukhavati yang pertama Master Hui Yuan, tiga kali melihat Alam Sukhavati, tidak pernah mengatakannya pada orang lain. Hingga saat menjelang ajal, pemandangan Alam Sukhavati muncul kembali, saat itu barulah memberitahu para hadirin : “Pemandangan Alam Sukhavati telah pernah muncul tiga kali, sekarang muncul lagi, saya akan pergi”.
Ketika ada orang yang bertanya padanya bagaimana rupa panorama Alam Sukhavati, beliau menjawab : “Serupa dengan yang tercantum dalam Sutra Usia Tanpa Batas”. Pada jaman Master Hui Yuan, sutra yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin masih sangat sedikit, hanya ada Sutra Usia Tanpa Batas, sedangkan Amitabha Sutra dan Amitayurdhyana Sutra masih belum diterjemahkan, maka itu pada jaman tersebut mereka mengandalkan Sutra Usia Tanpa Batas. Maka itu jika belum sampai saat menjelang ajal, tidak perlu mengatakannya pada orang lain.
Kemudian guru sesepuh dan para praktisi senior memberitahu kita bahwa andaikata kita memiliki kondisi batin maka boleh diberitahu kepada guru kita, memohon pada guru untuk memberi pengesahan, tetapi tidak boleh sembarangan dibilang ke orang lain. Mengapa demikian? Saat anda memiliki niat pikiran ingin mengatakannya pada orang lain, hatimu telah tercemar. Jika dapat melihat semua kondisi batin serupa tidak melihatnya, hatimu mengetahuinya namun takkan meninggalkan jejak di hati, ini adalah ketrampilan melatih diri yang tinggi!
Selasa, 12 Mei 2020
SUTRA MAHA CUNDI DHARANI
Aplikasi lain dari mantra dan termasuk metodenya:
1. Untuk orang yang kesurupan hantu, pada saat orang tersebut hadir, gambarkan ciri-ciri tubuh dari orang tersebut pada selembar kertas. Japa mantra ini pada batang dahan willow dan pukulkan gambar tersebut pada orang sakit dengan batang dahan willow. Ini akan menyembuhkan pasien dari penyakitnya. Bila pasien berada pada tempat yang jauh, japa mantra ini ke batang dahan willow tujuh kali, dan kirimkan orang lain dengan batang tersebut. Suruh orang tersebut menggambar ilustrasi pasien dan pukulkan gambar tersebut kepada pasien dengan batang. Ini akan menyembuhkan pasien dari sakitnya.
2. Bila seseorang menjapa mantra ini ketika sedang dalam perjalanan, dia tidak akan perlu takut berjumpa dengan pencuri, perampok, dan binatang buas.
3. Bila seseorang secara konstan membaca mantra ini, dia akan memenangkan segala macam percekcokan. Bila seseorang menyeberangi lautan, japalah mantra ini dan dia tidak akan bertemu dengan gangguan yang disebabkan makhluk-makluk jahat yang ada di lautan.
4. Bila seseorang dikurung dan tangannya diikat, japalah mantra ini, dan dia akan dibebaskan.
5. Bila terdapat sebuah negara yang menderita karena banjir, kelaparan, atau wabah penyakit menular.Siapkan krim susu, biji wijen, dan beras mengkilat yang tidak lengket. Gunakan tiga jari, ambil masing-masing seporsi dari bahan tersebut untuk menyiapkan adonan. Japa mantra tersebut ke dalam adonan, dan lemparkan ke dalam api. Lakukan hal ini terus-menerus selama 12 jam, selama 7 hari dan semua malapetaka akan dilenyapkan.
6. Buatlah sebuah mandala stupa diatas pasir dipinggiran sungai sambil japakan mantra. Lakukan ini sebanyak 600,000 kali. Seseorang akan melihat Bodhisatva Guan Yin atau Tara. Atau mungkin dia akan melihat Vajrapani. Apa yang anda doakan pada saat ini akan terpenuhi. Seseorang akan mendapatkan pengobatan spiritual atau mendapatkan prediksi pencapaian keBuddhaan.
7. Bila anda mengitari gambar pohon bodhi searah jarum jam dan menjapa mantra ini sampai 10 juta kali, anda akan menyaksikan seorang Bodhisatva membabarkan dharma kepadamu dan diijinkan untuk mengikuti bodhisatva tersebut.
8. Bila anda melakukan persembahan makanan dan sering menjapa mantra ini, anda akan terbebaskan dari berbagai manusia jahat atau anjing liar. Bila anda pada awalnya menyelesaikan mantra ini di depan pagoda, atau patung Buddha, atau stupa dan sesudah itu melakukan persembahan yang sangat besar pada tanggal 15 suklapaksa (Yang Terang, tengah bulan pertama dalam satu bulan), japa mantra selama satu hari sambil berpuasa makanan, anda akan bertemu dengan Vajrapani dan mendapat undangan untuk pergi ke istananya.
9. Bila anda berdiri didepan sebuah stupa menegakkan tanda dimana roda dharma pertama diputar, atau stupa didirikan dimana Buddha lahir, atau stupa didirikan dimana penerus Buddha langkah berharga dari Surga Triyamsa, atau semua stupa yang berisikan relik, mengitari stupa tersebut searah jarum jam dan menjapa mantra ini. Anda akan melihat Bodhisattva Aparajita dan Bodhisattva Hariti. Keinginanmu akan terpenuhi. Bila anda memerlukan pengobatan secara spiritual, maka hal itu akan diberikan kepadamu, dan anda juga akan mendapatkan ceramah pada jalan Bodhisattva.
10. Bila ada seseorang yang menjapa mantra ini tidak berada pada tempat yang suci, maka ia akan menerima sebuah kunjungan dari semua bodhisatva, tanpa menghiraukan dimana dia berada. Maha Cundi dharani ini adalah mantra yang penuh kilauan, dan dijelaskan secara terperinci oleh para Buddha di masa lampau, dan akan dijelaskan oleh para Buddha pada masa mendatang. Kenyataannya, para Buddha pada saat ini menjelaskan mantra ini, seperti yang kulakukan hari ini. Hal ini perlu dilakukan untuk menguntungkan setiap makhluk sehingga mereka mencapai penerangan sempurna. Bila ada suatu makhluk yang kurang pahala dan memiliki akar karma baik sedikit, dan tidak memiliki kapasitas natural dan faktor pedukung yang cukup untuk pencerahan akan sangat beruntung menerima dharani ini. Dia akan melaju dengan cepat mencapai penerangan sempurna (Anuttara-Samyak-Sambodhi). Bila seseorang secara konstan ingat untuk menjapa mantra ini, akar-akar karma baik tak terbatas akan matang menuju ke pencapaian.
Sabtu, 15 Desember 2018
36 jenis Arus Nafsu
Notes :
Yang dimaksud dengan 36 jenis arus nafsu adalah sebagai berikut.
Tanha/craving/nafsu keinginan ada 3 :
- kāma-taṇhā : nafsu keinginan akan nafsu indria
- bhava-taṇhā : keinginan untuk “menjadi” atau “ada”
- vibhava-taṇhā : keinginan untuk “tidak menjadi” atau "tidak ada" atau
Ada 6 landasan (ayatana) internal : yaitu melalui :
mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran.
Ada 6 landasan (ayatana) external : yaitu melalui :
bentuk/forms, suara/bunyi, bebauan, rasa, sentuhan, dan ide/bentuk-bentuk pikiran.
3 jenis tanha yang melalui 6 landasan internal diatas -> menghasilkan 18 jenis tanha.
3 jenis tanha yang melalui 6 landasan external diatas -> menghasilkan 18 jenis tanha.
Sehingga total ada 36 jenis arus nafsu.
Sumber: www.sariputta.com
